Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 21 September 2026, 13:59 WIB
Ilustrasi harga minyak dunia turun
AKURAT.CO Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Senin, seiring investor mencermati pemulihan pengiriman minyak Arab Saudi di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang masih berlangsung.
Dikutip dari Reuters, Senin (21/9/2026) kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 81 sen atau 0,78% menjadi USD103,06 per barel. Penurunan tersebut melanjutkan pelemahan 0,91% pada perdagangan Jumat.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 89 sen atau 0,89% menjadi USD99,41 per barel, setelah sebelumnya melemah 1,58% pada sesi perdagangan terakhir.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak ke USD107,51 Usai Gangguan Pasokan Pipeline Milik Saudi
Pergerakan harga minyak terjadi ketika pasar mencermati perkembangan pasokan dari Arab Saudi setelah serangkaian serangan kelompok Houthi Yaman yang meningkatkan risiko gangguan terhadap infrastruktur energi di kawasan.
Kelompok Houthi yang didukung Iran menyatakan telah menyerang sejumlah lokasi yang disebutnya sebagai target "sensitif" di Riyadh pada Sabtu menggunakan rudal dan drone.
Kelompok tersebut juga mengklaim menyerang fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, yang merupakan salah satu pusat ekspor minyak di kawasan Laut Merah.
Serangan terhadap jaringan pipa Timur-Barat atau East-West pipeline milik Saudi Aramco sebelumnya mendorong perusahaan energi negara tersebut mengalihkan sebagian ekspor melalui Selat Hormuz untuk menjaga kelancaran pengiriman.
Langkah tersebut membuat ekspor minyak Arab Saudi mulai kembali pulih. Berdasarkan data sementara perusahaan analitik Kpler, ekspor negara produsen minyak utama OPEC tersebut sedikit berada di atas 4 juta barel per hari (bpd) sepanjang September.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Agustus ketika ekspor Arab Saudi sempat anjlok menjadi sekitar 2,4 juta bpd. Level tersebut tercatat sebagai yang terendah setidaknya sejak 2013.
Analis JPMorgan dalam catatan tertanggal 18 September menyebut arus minyak dari Timur Tengah masih relatif kuat meskipun terjadi gangguan pada jaringan pipa Timur-Barat Arab Saudi.
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
L





