Elephants

Hamil tapi Haid, Ini Penyebab dan Faktanya dari Segi Medis

August 14, 2026

Jakarta -

Telat haid menjadi salah satu tanda kehamilan awal. Tetapi, ada juga hamil tidak haid, ini penyebab dan faktanya dari segi medis.

Ketika seseorang dinyatakan hamil. biasanya mereka tidak akan mendapatkan haid. Tetapi, mereka bisa mengalami perdarahan lain yang mungkin terlihat seperti haid.

Hamil tapi haid, mungkinkah terjadi?

Haid saat hamil biasanya memang tidak lagi terjadi ya, Bunda. Hanya saja, perdarahan yang mirip seperti haid mungkin bisa dialami. Ya, perdarahan pada trimester pertama biasa terjadi pada 15 hingga 25 dari setiap 100 kehamilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perdarahan ringan atau bercak darah ini dapat muncul 1 hingga 2 minggu setelah pembuahan, yakni saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan dinding rahim.

Dalam fase ini, serviks (leher rahim) cenderung lebih mudah berdarah selama kehamilan karena meningkatnya pembentukan pembuluh darah di area tersebut. Munculnya bercak darah atau perdarahan ringan setelah hubungan seksual, tes (Pap smear), atau pemeriksaan panggul merupakan hal yang wajar terjadi seperti dikutip dari laman ACOG.

Penyebab kondisi menyerupai haid tapi hamil

Berbagai penyebab terkait perdarahan yang menyerupai haid saat hamil bisa dikarenakan berbagai faktor, Bunda. Berikut ini beberapa penyebabnya:

1. Perubahan pada serviks

Perubahan pada pembuluh darah di serviks (pintu masuk rahim) yang dapat menyebabkan perdarahan setelah berhubungan seks, seperti dikutip dari laman Nhs.

2. Perdarahan implantasi

Ketika sperma bertemu atau membuahi sel telur, sel telur tersebut harus menempel ke lapisan rahim. Hal ini biasanya terjadi sekitar waktu Bunda biasanya akan menstruasi.

3. Kehamilan ektopik

Kondisi ini biasanya terjadi ketika el telur yang dibuahi berimplan di tempat selain rahim, seperti ovarium (organ yang menyimpan telur). 

4. Keguguran

Ini adalah kehilangan embrio atau janin sebelum cukup berkembang untuk bertahan hidup. Kondisi ini juga disebut kehilangan kehamilan seperti dikutip dari laman Kidshealth.

5. Gangguan pada plasenta

Adanya gangguan pada plasenta juga menjadi salah satu penyebab perdarahan vagina. Salah satunya adanya komplikasi dengan plasenta seperti plasenta previa.

6. Kondisi lainnya

Selain berbagai penyebab di atas, adanya masalah seperti infeksi, hingga sumbatan lendir yang menutup bukaan serviks terlepas juga menjadi salah satu penyebab perdarahan vagina selama kehamilan.

Kenali ciri-ciri bercak darah hamil yang normal

Perdarahan selama kehamilan yang menyerupai haid mungkin bisa jadi sangat mengkhawatirkan. Apalagi, ketika perdarahan tersebut cukup intensif dan alirannya cukup banyak. Tentu saja kekhawatiran akan keselamatan janin di dalam rahim muncul.

Nah, agar Bunda tidak merasa panik dan khawatir berlebihan, ada baiknya kenali ciri-ciri bercak darah hamil yang normal seperti berikut ini, Bun:

1. Warna bercak

Warna bercak yang normal biasanya berwarna cokelat, merah muda, atau merah. Beberapa tetes mungkin terlihat pada panty liner saat Bunda mengelap tetapi bercak tersebut tidak mengisi bantalan pembalut.

2. Jumlah darah yang keluar

Perdarahan di awal kehamilan memang umum, tapi biasanya tidak menjadi masalah. Pada bercak darah saat hamil perdarahannya sangatlah ringan ya, Bunda. Bercak tersebut hampir sama dengan bercak yang muncul secara alami di awal atau saat terakhir masa haid. Warna dari bercak tersebut terlihat seperti tetesan darah kecil di pakaian dalam, dan warnanya bervariasi dari merah muda, merah, hingga cokelat (warna darah kering).

3. Durasi bercak

Bercak yang muncul di awal kehamilan intensitasnya tidaklah berat seperti halnya perdarahan. Bercak kehamilan biasanya hanya terjadi di awal kehamilan saja (tiga bulan pertama kehamilan) dan umumnya 10-14 hari setelah adanya pembuahan. 

4. Waktu kemunculan

Bercak darah kehamilan memang banyak dialami ibu hamil. Biasanya, waktu kemunculannya terutama di awal kehamilan atau selama tiga bulan pertama kehamilan.

5. Darah tidak disertai gumpalan

Bercak darah kehamilan biasanya hanya bersifat noda kecil yang ringan, tanpa adanya gumpalan. Bahkan, bercak tersebut hanya seperti tetesan darah saja seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Hal yang perlu dilakukan saat haid tetapi hamil

Haid sesungguhnya tidak mungkin terjadi saat seseorang hamil ya, Bunda. Namun, kemungkinan memang ada gejala serupa pada masa haid di trimester pertama yang dialami ibu hamil. Seperti misalnya adanya perdarahan vagina yang ringan dan jangka pendek, kram ringan, kelelahan, mudah marah, nyeri punggung bawah, dan lainnya.

Perbedaannya adalah gejala-gejala yang muncul di awal kehamilan berkaitan dengan metode persiapan alami tubuh untuk kehamilan. Jika salah satu gejala di atas semakin parah atau tidak hilang, dan Bunda sedang memasuki trimester kedua atau ketiga kehamilan, segeralah mencari pertolongan medis ya, Bunda.

Terkadang, memang sangat sulit untuk mengetahui apakah perdarahan menandakan keadaan darurat medis atau tidak. Sebagai aturan umum, jika Bunda mengalami pendarahan pada tahap kehamilan manapun, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan intensif.

Perbedaan darah haid dan darah implantasi saat hamil

Pada darah implantasi sifatnya sangat ringan, mirip dengan yang dialami di awal atau akhir haid. Darah implantasi ini umum terjadi terutama selama tiga bulan pertama kehamilan.

Darah implantasi terjadi ketika sel telur yang dibuahi menanam ke lapisan rahim yang kaya darah, sebuah proses yang dimulai hanya enam hari setelah pembuahan.

Jika Bunda mengalami darah implantasi selama satu atau dua hari di minggu sebelum menstruasi datang, segera lakukan tes kehamilan di rumah. Jika hasilnya negatif, tunggu beberapa hari atau seminggu. Kemudian, jika haid tak mulai sesuai perkiraan, coba tes kembali.

Berikut ini detail perbedaan antara darah haid dan darah implantasi saat hamil:

Darah implantasi

1. Perdarahan terjadi ketika sel telur yang dibuahi menempel ke rahim, biasanya sekitar waktu yang diperkirakan akan terjadi haid
2. Perdarahan sifatnya ringan atau hanya bercak
3. Darah implantasi disertai gejala kehamilan seperti kram parah, nyeri punggung, kelelahan, nyeri bahu, demam, perubahan cairan vaginal, mual dan muntah yang tak terkendali seperti dikutip dari laman Healthline.
4. Darah implantasi terjadi pada tahap awal kehamilan, kemungkinan besar sebelum seseorang melakukan tes kehamilan

Darah haid

1. Haid terjadi secara rutin tiap bulan, bukan karena sel telur yang dibuahi
2. Perdarahan haid dimulai dengan ringan, lalu menjadi lebih berat, dan merah gelap
3. Warna dan jumlah darah haid menjadi lebih terang menjelang akhir siklus
4. Setelah seseorang hamil, tidak ada lagi mereka mengalami haid atau haid hanya terjadi saat seseorang tidak hamil

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)