Banda Aceh (ANTARA) - Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Tutuka Ariadji menyatakan manfaat temuan gas di South Andaman akan datang jika industrialisasinya berjalan di Aceh, sehingga perlu dilahirkan industri baru di provinsi paling barat nusantara tersebut.
"Hilirisasi memang menjadi masa depan Indonesia. Kalau ada bahan baku seperti gas kemudian diolah menjadi produk industri, manfaat ekonominya akan jauh lebih besar dan lebih berkelanjutan," kata Prof Tutuka Ariadji dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Senin.
Ia mengatakan temuan cadangan gas South Andaman membuka peluang besar bagi Aceh untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Namun, keberhasilan pengembangan kawasan tersebut tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya cadangan gas atau volume produksi yang dihasilkan. Melainkan bagaimana gas tersebut mampu mendorong lahirnya industri baru yang menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Penemuan di kawasan itu akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap target produksi gas nasional. Selain itu, letaknya juga strategis karena gasnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, baik domestik maupun ekspor," ujarnya.
Mantan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM ini menjelaskan, Indonesia menargetkan produksi gas sekitar 12 billion standard cubic feet per day (BSCFD) pada 2030. Tambahan produksi dari blok South Andaman menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memenuhi kebutuhan gas yang terus meningkat.
Namun, kata dia, diskusi mengenai South Andaman tidak boleh berhenti pada besarnya cadangan atau pilihan teknologi pengembangan lapangan. Perhatian publik seharusnya mulai bergeser pada bagaimana sumber daya tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh.
"Yang harus dipikirkan sekarang bukan hanya bagaimana gas itu diproduksi, tetapi gas itu nanti dipakai untuk apa. Di situlah manfaat ekonominya akan tercipta," katanya.
Tutuka menilai, gas bumi memiliki nilai strategis bukan hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai bahan baku industri (feedstock). Pemanfaatan gas sebagai bahan baku bakal menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar dibandingkan jika gas hanya diproduksi dan dijual sebagai komoditas.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.