Jakarta -
Penderita diabetes perlu memerhatikan makanan yang dikonsumsi, termasuk asupan pemanis harian. Lantas, di antara gula putih dan gula merah, mana yang lebih baik untuk penderita diabetes dan mampu turunkan berat badan?
Ketika menderita diabetes atau sekadar ingin hidup lebih sehat, mengurangi asupan gula menjadi hal yang sangat disarankan. Akhirnya banyak orang beralih dari mengonsumsi gula putih biasa menjadi gula lainnya, seperti jaggery atau gula merah khas India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari saran tersebut, apakah benar gula merah lebih baik dikonsumsi daripada gula putih, terutama untuk penderita diabetes? Dilansir dari Food.ndtv.com (3/9).
1. Mengenal jaggery atau gula merah India
Jaggery merupakan jenis gula merah khas India. Foto: istimewa
Jaggery merupakan gula merah khas India yang diolah dari tebu yang diperas, kemudian airnya direbus sampai kental dan kecokelatan. Gula lalu dicetak menggunakan cetakan khusus sebelum dikeringkan dan dijual ke pasaran.
Jaggery juga dikenal sebagai alternatif gula lebih sehat karena dianggap lebih alami. Namun, ketika berbicara soal kalori, sebenarnya tidak jauh berbeda.
Ahli gizi Shalini Shudakar mengungkap jika satu sendok makan gula putih biasa dan jaggery sama-sama mengandung 60 kalori. Perbedaannya terletak pada indeks glikemik masing-masing gula.
Gula biasa memiliki indeks glikemik senilai 60. Sedangkan jagerry indeks glikemiknya 70. Sebenarnya keduanya masih tergolong mengandung indeks glikemik tinggi karena lebih besar dari angka 55.
Artinya, beralih dari gula putih biasa ke gula merah atau jaggery tidak secara otomatis membuat minuman atau makanan menjadi lebih sehat atau rendah kalori.
2. Kandungan mineral dalam jaggery
Hal lain yang sering dikagumi dari jaggery adalah kandungan mineral di dalamnya. Ini lah salah satu alasan kenapa jaggery sering disebut lebih sehat dari gula rafinasi.
Meskipun begitu, kuantitas penting untuk selalu diperhatikan. Ahli Shalini menunjukkan jika satu sendok makan jaggery atau gula merah menyediakan sekitar 1 mg zat besi. Kandungan ini sebenarnya tidak cukup untuk menjadi sumber zat besi yang berarti dalam diet.
Oleh karena itu, memilih jaggery sebagai pengganti gula biasa tidak akan membuat banyak perbedaan. Perbedaan signifikan di antara keduanya hanya terletak pada rasa dan warna.
3. Asupan gula putih dan merah perlu dibatasi
Gula pasir sebenarnya punya kandungan kalori yang tidak jauh berbeda dengan gula merah. Foto: Pixabay/congerdesign
Pemilihan gula putih dan gula merah sebenarnya tergantung dari preferensi dan kondisi masing-masing orang.
Meskipun gula merah mengandung mineral lebih tinggi dari gula putih, jumlah tersebut tidak bisa jadi patokan kalau gula merah lebih sehat. Pasalnya jumlah perbedaan mineralnya juga sangat sedikit.
Hal terpenting yaitu membatasi asupannya. Sebab, gula merupakan salah satu faktor penyebab obesitas dan beberapa penyakit kronis. Dengan alasan ini, asupan gula disarankan tidak boleh lebih dari 5-10% kebutuhan kalori harian.
4. Buah biksu jadi alternatif gula lebih sehat
Beberapa macam bahan bisa menjadi pemanis alami, salah satunya buah biksu. Foto: Dok. Shutterstock
Alternatif dari gula adalah buah biksu atau disebut dengan lo han kuo. Buah ini punya bentuk bulat kecil, asalnya dari China dan Thailand.
Buah biksu dikenal sebagai alternatif pemanis yang jauh lebih sehat karena rasa manisnya berasal dari kandungan senyawa mogrosida di dalamnya. Senyawa tersebut disebut-sebut bisa memberikan rasa manis jauh lebih besar daripada gula di meja
Ahli Sudhakar mengungkap jika ekstrak buah biksu adalah pemanis non-nutrisi, yang berarti dapat memberikan rasa manis dengan sedikit atau tanpa kontribusi kalori, tergantung pada produknya.
5. Cara menikmati buah biksu sebagai pemanis
Seperti jenis pemanis lainnya, buah biksu juga bisa ditambahkan ke dalam racikan minuman atau resep makanan. Namun, sifat cocok atau tidaknya tergantung dari apa yang mau dibuat.
Penting juga memerhatikan label ketika membeli buah ini di supermarket. Pasalnya, banyak pemanis buah biksu yang dicampur dengan pemanis lain atau bahan penambah massa.
Jadi, kalau tujuannya untuk manajemen berat badan atau gula darah, jangan lupa memeriksa terlebih dahulu label yang ada.
Kalau memang ingin mencoba mengurangi kalori dan gula tambahan, buah biksu bisa jadi alternatif yang berguna, menjadi pengganti gula putih maupun gula merah.
Halaman 2 dari 2
Simak Video " Ahli Gizi Beri Aturan Konsumsi Gula Per Harinya untuk Cegah Diabetes"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)