Gubernur Jateng: MTQ Nasional memperkuat kolaborasi dan kebersamaan
Senin, 14 September 2026 23:22 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau salah satu kegiatan cabang lomba MTQ Nasional XXXI, di kampus Universitas Diponegoro Semarang, Senin (14/9/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 menjadi sarana untuk menguatkan kolaborasi dan kebersamaan berbagai elemen masyarakat.
"Pelaksanaan MTQ di sejumlah perguruan tinggi menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam menyukseskan perhelatan nasional ini," katanya saat meninjau kegiatan sejumlah cabang MTQ Nasional di Semarang, Senin.
Sejumlah perlombaan MTQ Nasional di antaranya ditempatkan di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan lainnya.
Menurut dia, kampus tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga menjadi bagian dari syiar Al Quran kepada masyarakat.
"Tadi di UIN (Walisongo) sudah saya cek pelaksanaan Fahmil Al Quran. Hari ini kami juga meninjau perlombaan (cabang kaligrafi) di Undip. Saya menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Walisongo dan Rektor Undip yang telah memberikan fasilitas," katanya.
Ia menilai MTQ Nasional XXXI telah menjadi kebanggaan bersama yang tidak hanya dimiliki insan kampus atau umat Islam, tetapi juga melibatkan masyarakat, tokoh agama, pelaku UMKM, dan berbagai unsur dari seluruh provinsi.
Semangat kebersamaan itu, juga terlihat dari keterlibatan masyarakat lintas agama dalam rangkaian pembukaan MTQ Nasional.
Para pelajar dari sekolah non-muslim berpartisipasi saat menyanyikan Mars MTQ secara serentak hingga mencatatkan rekor MURI.
"MTQ ini tidak hanya menjadi milik umat Islam. Masyarakat non-muslim pun ikut serta. Kemarin, adik-adik kita dari sekolah Kristen juga ikut dalam kegiatan menyanyikan Mars MTQ yang memecahkan rekor MURI," katanya.
Menurut dia, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat memperlihatkan bahwa nilai-nilai Al Quran dapat menjadi kekuatan untuk merawat toleransi, persatuan, dan kedamaian.
"Musabaqah Tilawatil Qur’an menjadi milik seluruh masyarakat. Inilah bentuk rahmatan lil alamin. Toleransi beragama sangat dibutuhkan dan melalui kegiatan ini, semuanya dapat bersatu," katanya.
Ia berharap, suasana damai dan kebersamaan yang tumbuh selama MTQ Nasional tidak berhenti setelah perlombaan berakhir, tetapi harus terus dirawat dalam kehidupan masyarakat.
"Semoga dengan adanya MTQ Nasional XXXI, Jawa Tengah dapat menyiarkan perdamaian kepada seluruh Indonesia, bahkan dunia," katanya.
Rektor Undip Suharnomo menyampaikan kebanggaan karena kampusnya dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Undip menyiapkan dua lokasi, yakni Gedung Prof Soedarto SH dan Auditorium Imam Bardjo.
"Kami sangat bangga dan mendukung sebisa-bisanya serta menyiapkan fasilitas sebaik-baiknya untuk kesuksesan MTQ Nasional di Jawa Tengah," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.