Tanjungpandan (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menegaskan pemerintah bersama TNI dan Polri berkomitmen memberantas penyelundupan bijih timah yang merugikan negara.
"Pemerintah Bangka Belitung bersama aparat TNI dan Polri bertekad memberantas penyelundupan bijih timah yang merugikan negara yang sangat besar," kata Hidayat di Tanjungpandan, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi keberhasilan tim gabungan TNI Angkatan Laut menggagalkan penyelundupan 75,7 ton pasir timah ilegal yang diduga hendak dikirim ke Malaysia melalui jalur laut.
Hidayat mengatakan pemberantasan penyelundupan bijih timah menjadi komitmen pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum.
"Saya memberikan apresiasi besar dan penghargaan kepada tim gabungan TNI AL yang berhasil menggagalkan aksi penyelundupan pasir timah ilegal sebanyak 75,7 ton di Bumi Serumpun Sebalai," ujarnya.
Menurut dia, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat pengawasan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan teknis di lapangan.
Hidayat mengatakan pencegahan penyelundupan timah perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan masyarakat, terutama nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan.
"Nelayan ikut berperan penting membantu pengawasan karena diketahui aksi penyelundupan timah sering melalui jalur laut," ujarnya.
Ia mengimbau nelayan segera melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui dugaan aktivitas penyelundupan timah melalui jalur laut.
"Praktik penyelundupan timah sangat merugikan negara dan membuat rakyat kita tetap miskin, sementara negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia menjadi salah satu penampung timah menikmati keuntungan besar," katanya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.