Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menjadikan usaha kuliner khas daerah sebagai investasi baru dalam menggerakkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.
"Saya menyakini kuliner ini mampu memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja hingga penguatan pariwisata daerah," kata Hidayat Arsani saat meresmikan Lempah & Seafood Ketapang di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan usaha sektor kuliner khas daerah memegang peranan strategis sebagai mesin penggerak ekonomi daerah. Selain membuka kesempatan kerja, seni olahan pangan lokal merupakan daya tarik wisata utama yang dapat memperkenalkan identitas serta kekayaan budaya Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
"Lempah merupakan kuliner khas daerah ini yang telah menjadi identitas masyarakat Kepulauan Babel. Dipadukan dengan kekayaan hasil laut yang melimpah, potensi tersebut harus terus dikembangkan agar mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan kepercayaan investor dalam berinvestasi di bidang kuliner berskala besar mampu menyerap tenaga kerja lokal.
"Kehadiran restoran ini bukan untuk mematikan usaha kecil lainnya, tetapi menjadi pelengkap yang dapat bersama-sama menggerakkan perekonomian, meningkatkan dunia pariwisata serta memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Ia meyakini tren pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Babel terus tumbuh seiring peningkatan nilai investasi dan perkembangan dunia usaha.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kepulauan Babel tahun 2025 secara kumulatif tercatat 4,09 persen (c-to-c), meningkat signifikan dari 0,77 persen pada tahun 2024.
"Kami bersama Pemkot Pangkalpinang berkomitmen terus menjamin iklim investasi yang sehat agar para pelaku usaha dapat berkembang pesat serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah ini," katanya.
Owner Lempah & Seafood Ketapang Wina mengaku membuka usaha kuliner khas Bangka berawal dari rasa cinta dan kebanggaan terhadap warisan kuliner daerah.
"Lempah kuning bukan sekadar sajian di meja makan, melainkan identitas budaya masyarakat Negeri Serumpun Sebalai yang wajib dilestarikan," ujarnya.
Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.