Elephants

Gen Z Pilih Bahagia Hari Ini, Beli Rumah Nanti Dulu

October 12, 2026

Liputan6.com, Jakarta - Gaji baru masuk, tapi sebagian sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, hingga hiburan. Bagi kaum tengah, terutama Gen Z, impian membeli rumah terasa semakin jauh di tengah biaya hidup yang terus menekan dan harga properti yang kian sulit dijangkau. Sebagian memilih menikmati kebahagiaan yang bisa dirasakan hari ini, sembari berusaha menyiapkan masa depan sesuai kemampuan finansial.

Bagi mereka, menonton konser, bertemu idola, berolahraga, atau sekadar menikmati makanan dan kopi favorit bukan semata-mata soal gaya hidup. Aktivitas tersebut juga menjadi cara menikmati hasil kerja di tengah ketidakpastian ekonomi dan tujuan finansial jangka panjang yang belum tentu mudah diwujudkan.

Andrea Rayi, 26 tahun, memilih tidak terburu-buru membeli rumah. Baginya, kemampuan finansial setiap orang berbeda sehingga keputusan besar seperti membeli hunian tidak seharusnya dipaksakan hanya karena tuntutan usia atau lingkungan.

"Kalau untuk pandangan aku sendiri sih lebih ke mengukur kapasitas masing-masing ya, kapasitas dan kemampuan masing-masing," kata Gen Z kelahiran 2000 yang bekerja sebagai assistant manager di bidang komunikasi publik saat berbicang dengan Journal Kaum Tengah Liputan6.com melalui sambungan telepon, Minggu, 11 Oktober 2026. 

Saat ini, Andrea membagi penghasilannya untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, serta hobi. Pengeluaran rutinnya mencakup transportasi, bensin, tol, belanja bulanan, dan kebutuhan rumah tangga. Dia juga menyisihkan dana untuk berolahraga dan menikmati dunia hiburan, termasuk menonton konser, menghadiri fan meeting, serta membeli merchandise idolanya.

Andrea berlangganan Weverse untuk mengikuti aktivitas idol Kpop favoritnya, SEVENTEEN, dan Form untuk Kim Seon Ho. Dia juga menghadiri fan meeting Kim Seon Ho di Jakarta sebagai bagian dari hobinya.

Namun, agar pengeluaran tidak mengganggu kebutuhan pokok, Andrea menyediakan anggaran khusus untuk hobinya setiap bulan.

"Jadi, setiap bulan itu aku menyisihkan beberapa gajiku untuk keperluan itu, entah itu mau ada konsernya atau enggak, terus mau beli merchandise-nya atau enggak," ujarnya.

Andrea mengakui masih sesekali melakukan pembelian impulsif, terutama untuk barang edisi terbatas. Namun, ia berusaha membatasi pengeluaran dan menghindari utang konsumtif.

"Yang penting jangan paylater. Jangan utang sebisa mungkin," ujarnya.

Gaji untuk Kebutuhan, Konser, dan Kesenangan

Pengalaman serupa diceritakan Fadiyah Krisma, 27 tahun. Bekerja sebagai sekretaris direksi dan bersiap melanjutkan pendidikan S2, Gen Z kelahiran 1999 yang akrab disapa Sya tersebut mengaku belum menjadikan rumah sebagai prioritas keuangan.

"Jangankan tabungan beli rumah, untuk nikah saja aku belum nabung. Susah banget," kata Sya kepada Journal Kaum Tengah Liputan6.com melalui sambungan telepon.

Setiap menerima gaji, Sya menyisihkan sekitar 10 persen untuk orang tua. Selebihnya digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari makan, ngopi, makeup, hingga perawatan kulit. Makan dan ngopi menjadi salah satu pos pengeluaran terbesarnya.

Untuk hiburan, Sya memperkirakan sekitar 10 persen penghasilannya dialokasikan untuk menonton konser dan menghadiri fan meeting. Dia terkadang membeli tiket secara spontan, tapi juga menabung sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bulan untuk acara yang benar-benar ingin ditontonnya.

Salah satu pengeluaran terbesarnya adalah tiket konser yang melibatkan idol Kpop, EXO, dan member NCT, JAEHYUN, dengan harga sekitar Rp 3 juta.

Bagi Sya, mengeluarkan uang untuk kesenangan tidak selalu berarti mengabaikan masa depan. Menonton konser merupakan hobi sekaligus bentuk penghargaan terhadap diri sendiri setelah menjalani rutinitas pekerjaan.

"Sebagai Gen Z, untuk kesenangan itu aku prioritasin dan tidak ada rasa nyesal. Kayak aku percaya rezeki akan datang lagi," tambahnya.

Meski belum memiliki tabungan untuk membeli rumah, Sya tetap berusaha menyiapkan kebutuhan lain. Dia menyimpan uang dalam bentuk deposito dan berencana mengurangi aktivitas jalan-jalan maupun menonton konser untuk sementara waktu agar dapat fokus pada pendidikan dan biaya pemasangan behel.

Pilihan Andrea dan Sya memperlihatkan bahwa cara Gen Z mengelola gaji tidak selalu sama. Ada yang berusaha menyeimbangkan tabungan dan hobi, sementara yang lain masih memprioritaskan kebutuhan pribadi yang dianggap lebih mendesak.

Namun, keduanya menghadapi pertanyaan serupa: bagaimana menyiapkan masa depan ketika kebutuhan hari ini saja sudah menyerap sebagian besar penghasilan?