Gempa NTT, Basarnas evakuasi tiga korban reruntuhan bangunan
Sabtu, 15 Agustus 2026 08:55 WIB
Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban bangunan roboh akibat guncangan gempa bumi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) ANTARA/HO-Kantor SAR Maumere
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi tiga korban tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Jadi, tiga korban tersebut telah dievakuasi; satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka," kata Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Sabtu.
Edy Prakoso mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan Pelabuhan Lauren Say Maumere, Kabupaten Sikka. Bangunan dilaporkan roboh pascagempa yang pusatnya berada di kedalaman 15 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo pagi ini.
"Saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh dan menimpa warga," kata dia.
Kantor SAR Maumere mengkonfirmasi korban meninggal dunia teridentifikasi atas nama Meliana Nenong (54), seorang perempuan. Seluruh korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju RSUD T.C. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis dan pemulasaraan.
"Jadi tiga korban, mereka berhasil dievakuasi, satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka," kata dia.
Edy menjelaskan bahwa tim SAR gabungan termasuk personel Kantor SAR Maumere saat ini dikerahkan ke pusat dampak di Kabupaten Nagekeo serta lokasi terdampak lainnya guna memperluas penyisiran dan evakuasi.
Basarnas terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta unsur TNI-Polri untuk mengonsolidasikan pendataan seluruh korban dan memastikan penanganan darurat di lapangan berjalan cepat.
Sementara itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak cepat memulihkan sistem kelistrikan pascagempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu, pukul 05.58 WITA.
“Petugas PLN terus menjaga operasi kelistrikan di sejumlah wilayah. Namun, gempa susulan yang terjadi beberapa kali berdampak pada sistem kelistrikan, termasuk padamnya PLTMG Maumere dan PLTMG Rangko, sehingga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa lokasi,” ujar General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur F Eko Sulistyono dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Sabtu.
Saat ini, lanjut dia, tim PLN melakukan pemulihan secara bertahap. Di sisi pembangkit dimulai dari PLTD di wilayah Labuan Bajo yang telah ditetapkan dalam kondisi aman.
Selain itu, PLN melakukan pemulihan jaringan transmisi dan gardu induk, hingga pemulihan layanan kelistrikan ke masyarakat dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.
“PLN juga memprioritaskan pemulihan pasokan listrik bagi fasilitas-fasilitas vital, termasuk rumah sakit dan posko penanganan bencana, guna mendukung kebutuhan masyarakat dalam kondisi pascagempa,” ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Basarnas evakuasi tiga korban reruntuhan bangunan akibat gempa NTT
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.