CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 18:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Korea Selatan (Korsel), Bandara Internasional Incheon mendadak berubah fungsi menjadi tempat pengungsian dan lokasi "ngadem" favorit bagi warga lokal.
Melansir The Korea Herald, kian banyak lansia yang menghabiskan waktu berjam-jam di area bandara untuk bermain gim, menikmati bekal makanan yang dibawa dari rumah, hingga beristirahat di kursi-kursi fasilitas umum demi menghindari sengatan cuaca panas.
Badan Meteorologi Korea (KMA) mencatat suhu udara di Yangsan, sekitar 310 kilometer dari Seoul, sempat menembus 42,5 derajat Celsius pada 2 Agustus lalu. Angka ini menjadi rekor suhu tertinggi dalam sejarah pencatatan cuaca Korea Selatan selama lebih dari satu abad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip The Korea Times, otoritas setempat telah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk "segera" menghentikan seluruh aktivitas di luar ruangan.
Pilihan Redaksi
- Bulan Depan, Thailand Naikkan Pajak Bandara 50 Persen buat Turis Asing
- Pisau Dapur Lolos ke Kabin Pesawat, Sistem Keamanan Bandara Disorot
- Bandara Terbaik Kedua di Dunia Sambut Turis Konser BTS
Bandara Incheon, yang dinobatkan sebagai bandara terbaik kedua di dunia setelah Changi Singapura pada ajang 2026 Skytrax World Airport Awards, dikenal luas akan efisiensi operasional, kebersihan, serta fasilitas modernnya.
Area terminal bandara menyediakan pendingin udara (AC) yang sejuk, tempat duduk yang melimpah, koneksi Wi-Fi gratis, stasiun pengisian daya ponsel, hingga toilet yang bersih. Rangkaian fasilitas ini menjadikannya lokasi yang sangat nyaman untuk berteduh dari cuaca panas.
Berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat kota Seoul, Bandara Incheon sangat mudah dijangkau menggunakan kereta bawah tanah (subway). Terlebih, lansia berusia 65 tahun ke atas di Korea Selatan menikmati hak istimewa naik subway secara gratis.
Meningkatnya jumlah warga non-penumpang yang berkunjung dan bertahan dalam waktu lama di area terminal berimbas pada beban kerja staf bandara, mulai dari pembersihan area, pengelolaan sampah, hingga pengawasan fasilitas.
Kendati demikian, pihak pengelola Bandara Incheon menegaskan bahwa bandara merupakan fasilitas publik yang terbuka untuk siapa saja. Pihaknya terus berupaya mengelola area terminal secara optimal agar tidak mengganggu kenyamanan para penumpang pesawat.
Fenomena ini terjadi saat Bandara Incheon tengah bersiap menghadapi puncak musim liburan pemecah rekor. Pihak bandara memproyeksikan bakal melayani sekitar 3,77 juta penumpang dalam rentang 25 Juli hingga 10 September, atau rata-rata 222.000 pengguna jasa per hari.
(wiw)
[Gambas:Video CNN]