Gelar pasar murah di 18 Kecamatan, Pemkot Palembang jaga stabilitas harga bahan pokok
Rabu, 22 Juli 2026 20:46 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa. ANTARA/Yudi Abdullah
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang menggilirkan kegiatan pasar murah di wilayah 18 kecamatan untuk membantu warga miskin di ibu kota Sumatera Selatan itu memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Kegiatan pasar murah telah dilaksanakan sejak beberapa bulan terakhir dan akan dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi terjadinya gejolak kenaikan harga dan peningkatan permintaan kebutuhan pokok," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Rabu.
Menurut dia, setiap dilaksanakan pasar murah mendapat respons yang cukup besar dari warga. Kondisi itu menandakan kegiatan itu sangat bermanfaat atau membantu mereka.
Melihat fakta lapangan itu, kegiatan pasar murah akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Kota Palembang agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga.
Dengan program itu, diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi warga tetapi juga mampu menjaga daya beli mereka, serta menekan potensi kenaikan harga komoditas pangan di tingkat pasar, kata Wali Kota Ratu Dewa.
Sementara Kepala Bidang Sarana dan Stabilisasi Distribusi Perdagangan Kota Palembang Elsa Novianti menambahkan pasar murah merupakan salah satu program Pemkot Palembang dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, sekaligus menekan laju inflasi.
Melalui kegiatan tersebut warga bisa memperoleh beras SPHP dengan harga Rp57.000 per kemasan serta MinyaKita seharga Rp15.500 per liter.
Selain itu, warga juga bisa membeli berbagai komoditas kebutuhan pokok lainnya yang dijual dengan harga distributor sehingga lebih murah dibandingkan dengan harga pasar.
Untuk melaksanakan pasar murah, Pemkot Palembang bekerja sama dengan berbagai distributor dan instansi terkait guna memastikan ketersediaan stok serta kelancaran distribusi bahan pangan selama kegiatan berlangsung, jelas
Elsa.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026