Pati -
Gara-gara ada ribuan ekor ikan sapu-sapu terdampar, Bendung Karet Sungai Juana di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati jadi tempat wisata dadakan.
Bendungan yang mengering akibat musim kemarau itu viral di media sosial karena ada ribuan ikan sapu-sapu yang terdampar. Bahkan, ada warga yang mengaku bisa mengambil ikan sapu-sapu sampai satu ton dari sungai itu.
Warga penasaran dengan banyaknya ikan terdampar sambil menikmati sunset dari Sungai Juana yang mengering akibat kemarau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pantauan di lokasi, warga memadati di lokasi sekitar Bendung Karet sekitar pukul 16.30 WIB. Warga terlihat berjejer dari atas melihat suasana keringnya Sungai Juana.
Selain warga, ada pula pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi. Ditambah matahari terbenam menjadi momen warga melihat keringnya Sungai Juana.
Warga terlihat duduk-duduk dari pematang dari atas tanggul Sungai Juana. Ada pula warga yang mencari sisa-sisa ikan yang terdampar di dasar sungai.
Salah satu warga, Novi mengatakan datang bersama temannya setelah tahu dari media sosial. Ia mengaku penasaran Sungai Juana mengering dan banyak ikan bermunculan.
"Penasaran saja, tahunya dari Tik Tok," kata Novi ditemui di lokasi, Jumat (4/9).
Novi penasaran ingin melihat banyaknya ikan di sungai yang tengah asat itu. Selain itu, menurutnya suasana matahari terbenam menambah panorama di sekitar sungai menjadi lebih bagus.
"Ya sebenarnya penasaran kemarin banyak ikannya, sama lihat sunset dari sekitar Bendung Karet ini," jelasnya.
Suasana Bendar Karet Sungai Juana yang terletak di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Pati, Jumat (4/9/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Menurutnya sebelum viral ini, Bendung Karet Sungai Juana sepi. "Sebelumnya pernah ke sini, waktu pertama kali. Yang seru suasananya," terang dia.
Hal senada dikatakan warga lainnya, Siswanto. Dia mengaku penasaran melihat keringnya Sungai Juana usai viral di media sosial.
"Penasaran karena kan viral di media sosial banyak ikan," katanya ditemui di lokasi.
Hanya dia mengaku kecewa setelah datang ke lokasi. Sebab, saat ini setelah ikannya habis tinggal bangkai dan bau tidak enak.
"Ternyata ke sini ikannya sudah berkurang nggak kayak pas video di Facebook," terang dia.
"Terus sama ini ada bau bangkai ikan, jadi kurang bagus sekarang," ungkap dia.
---------
Artikel ini telah naik di detikJateng.
(wsw/wsw)