Elephants

Garuda Buka Lagi Rute Bali-Bandung, Pesawat Jet Kembali Mendarat di Husein Sastranegara |Republika Online

August 15, 2026

Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Garuda Indonesia mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/8/2026). PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) kembali melayani penerbangan komersial menggunakan pesawat jet berbadan sedang yang dioperasikan Garuda Indonesia dan Citilink di Bandara Husein Sastranegara dengan berbagai rute, seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Pontianak, Makassar, dan Denpasar, sementara penerbangan internasional ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR — Konektivitas udara Bali dan Bandung kembali terbuka melalui penerbangan reguler Garuda Indonesia. Penerbangan perdana rute Bali-Bandung-Bali sekaligus menandai kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara, Bandung, untuk penerbangan reguler menggunakan pesawat jet setelah sebelumnya layanan penerbangan komersial dialihkan.

Penerbangan perdana dilakukan Jumat (14/8/2026), menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Garuda Indonesia mengoperasikan penerbangan GA335 dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menuju Bandara Husein Sastranegara.

“Penerbangan perdana rute ini menandakan reoptimalisasi kembali Bandara Husein Sastranegara Bandung untuk penerbangan reguler, yang juga bertepatan dengan momen menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia,” kata Pgs. General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Purna Irawan di Denpasar, Sabtu.

Pesawat GA335 meninggalkan Bandara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 09.44 WITA dengan membawa 162 penumpang. Pesawat kemudian mendarat di Bandung pukul 10.15 WIB.

Kedatangan tersebut memiliki arti penting bagi Husein Sastranegara karena menjadi penerbangan pesawat jet perdana yang mendarat di bandara tersebut setelah proses optimalisasi.

Untuk perjalanan sebaliknya, Garuda mengoperasikan penerbangan GA334 dari Bandung menuju Bali. Pesawat lepas landas pukul 11.47 WIB dan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pukul 14.30 WITA dengan membawa 162 penumpang.

Tingkat keterisian pada penerbangan perdana dari kedua arah tersebut sekaligus memperlihatkan adanya pasar perjalanan langsung antara Bali dan Bandung. Kedua kota memiliki basis perjalanan yang kuat, baik untuk kepentingan pariwisata, bisnis, pendidikan maupun kunjungan keluarga.

Kembalinya penerbangan langsung juga memberikan alternatif bagi penumpang dari Bandung dan sekitarnya yang hendak menuju Bali tanpa harus terlebih dahulu melakukan perjalanan darat menuju bandara lain. Demikian pula wisatawan dari Bali mendapatkan akses langsung menuju Bandung.

Konektivitas udara tersebut berpotensi memperkuat pergerakan wisatawan antara dua destinasi utama nasional. Bali memiliki daya tarik wisata internasional, sedangkan Bandung dan kawasan Jawa Barat memiliki pasar wisata, ekonomi kreatif, perdagangan dan pendidikan yang besar.

“Kami menyambut baik hadirnya penerbangan perdana dari dan menuju Bandung. Momentum ini menjadi semakin istimewa karena berlangsung di tengah semangat menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan konektivitas udara yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Purna.

sumber : Antara