:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4801291/original/046226500_1713136362-Hasil_Liga_Inggris_Arsenal_vs_Aston_Villa-AP__1_.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Barcelona akhirnya menemukan solusi alternatif untuk lini depannya setelah gagal mendapatkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Nama Gabriel Jesus muncul sebagai opsi yang lebih realistis dan kini segera meninggalkan Arsenal untuk bergabung dengan klub Catalan.
Barcelona disebut telah mencapai kesepakatan untuk merekrut Jesus dengan paket transfer sekitar €10 juta plus bonus. Tes medis pemain asal Brasil itu dijadwalkan berlangsung besok, menandai langkah baru dalam kariernya.
Jika dibandingkan dengan Alvarez, transfer Jesus memang terlihat kurang glamor. Namun, Barcelona tampaknya tidak sedang mencari penyerang utama untuk menggantikan Robert Lewandowski dalam jangka panjang.
Jesus justru berpotensi menjalankan fungsi yang lebih spesifik. Ia bisa menjadi solusi sementara yang memberikan kedalaman, pengalaman, dan fleksibilitas taktis bagi tim Hansi Flick sembari klub mencari striker yang tepat untuk proyek jangka panjang.
Jesus Datang sebagai Peluang Pasar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6857567/original/070229900_1779640060-Arsenal_s_Gabriel_Jesus.jpg)
Perbesar
Barcelona tidak perlu menjadikan Jesus sebagai pewaris Lewandowski untuk membenarkan transfer tersebut. Klub masih membutuhkan penyerang utama untuk beberapa musim mendatang, tetapi tidak harus memaksakan perekrutan ketika target ideal belum tersedia.
Jesus kini berusia 29 tahun dan posisinya di Arsenal sudah berubah. Ia bukan lagi pemain yang tidak tergantikan dalam proyek Mikel Arteta, sehingga Barcelona dapat memanfaatkan situasi tersebut untuk mendapatkan pemain berpengalaman dengan biaya relatif rendah.
Dalam konteks itu, Jesus lebih tepat dilihat sebagai peluang pasar daripada perekrutan besar untuk mengubah wajah tim. Barcelona mendapatkan pemain yang sudah memahami sepak bola level tinggi tanpa harus mengeluarkan dana besar seperti yang dibutuhkan untuk mendatangkan Alvarez.
Perannya juga bisa lebih luas daripada sekadar menjadi pencetak gol. Kemampuan melakukan pressing, bergerak tanpa bola, dan membuka ruang dapat membantu Lamine Yamal, Raphinha, serta para gelandang mendapatkan lebih banyak ruang untuk menyerang.
Mungkinkah Jesus Menjadi Aubameyang Berikutnya?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3926961/original/070344200_1644291846-000_9YF6DX.jpg)
Perbesar
Barcelona memiliki pengalaman serupa ketika mendatangkan Pierre-Emerick Aubameyang dari Arsenal pada Februari 2022. Transfer tersebut dilakukan di tengah kondisi finansial yang sulit dan sejak awal bukan proyek untuk menjadikannya penyerang utama selama bertahun-tahun.
Namun, Aubameyang langsung memberikan dampak. Ia mencetak 13 gol dalam 24 penampilan resmi dalam waktu kurang dari empat bulan, termasuk dua gol ketika Barcelona menang 4-0 atas Real Madrid dalam El Clásico di Santiago Bernabeu.
Setelah itu, Barcelona mendatangkan Lewandowski dan Aubameyang dijual ke Chelsea. Pola tersebut menunjukkan bahwa seorang penyerang berpengalaman tidak selalu harus menjadi solusi jangka panjang untuk tetap memberikan nilai besar bagi klub.
Jesus berpotensi menjalankan fungsi serupa dengan pendekatan yang lebih taktis. Jika mampu menjaga kebugaran, mempertahankan intensitas pressing, dan membuka ruang bagi pemain di sekitarnya, investasi sekitar €10 juta bisa menjadi sangat menguntungkan bagi Barcelona.
Sumber: Barca Universal
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Kritik Tajam Jude Bellingham untuk Real Madrid: 20 Menit Terakhir Sangat Buruk