Pada permainan Eksperimen Sains, para peserta menyaksikan sejumlah video percobaan sebelum memilih jawaban yang dianggap paling tepat. Pertanyaan disajikan dalam pilihan A, B, atau C, tetapi kesempatan menjawab harus diperebutkan dengan menekan bel.
Video pertama memperlihatkan air, dua buah gelas, dan selembar tisu kering di atas meja. Air mula-mula dituangkan ke dalam salah satu gelas. Sementara itu, tisu dimasukkan ke gelas kecil lainnya yang masih kosong.
Gelas berisi tisu kemudian dimasukkan ke dalam air dengan posisi terbalik. Peserta diminta menebak kondisi tisu setelah gelas diangkat, apakah menjadi basah atau justru tetap kering.
Meski terlihat sederhana, percobaan ini menguji pemahaman peserta mengenai keberadaan udara di dalam gelas. Ketika gelas dimasukkan secara tegak lurus dalam posisi terbalik, udara yang terperangkap menahan air agar tidak masuk dan membasahi tisu.
Eksperimen berikutnya juga tidak kalah menarik. Video menampilkan air, gelas kosong, hand sanitizer, pemantik api, dan selembar tisu. Air dituangkan ke dalam gelas hingga penuh, kemudian hand sanitizer diteteskan ke permukaannya.
Saat api dinyalakan di dekat permukaan air, nyalanya hampir tidak terlihat. Namun, ketika selembar tisu didekatkan, tisu tersebut justru terbakar. Peserta kemudian diminta mencari tahu penyebab di balik peristiwa tersebut.
Hand sanitizer umumnya mengandung alkohol yang mudah terbakar. Nyala dari alkohol dapat terlihat sangat tipis, terutama dalam kondisi pencahayaan tertentu. Uap alkohol yang terbakar inilah yang kemudian menyambar tisu saat didekatkan ke permukaan air.
Pada eksperimen tersebut, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta berhasil memberikan jawaban tepat dan menyusul perolehan poin. Persaingan terus berlanjut melalui sejumlah percobaan lainnya hingga sekolah asal Surakarta itu memimpin klasemen sementara dengan 200 poin pada akhir babak pertama.