Elephants

FIFA Kabulkan Permintaan Argentina, Kenangan Buruk Inggris Terulang?

July 14, 2026

Maradona saat Timnas Argentina Juara Dunia

Ada satu keputusan menjelang semifinal Piala Dunia 2026 yang langsung menghidupkan kembali cerita lama antara Argentina dan Inggris. FIFA mengabulkan permintaan khusus La Albiceleste untuk mengenakan jersey tandang berwarna biru saat menghadapi Inggris, meski secara status mereka merupakan tim tuan rumah dalam pertandingan tersebut.

Keputusan itu membuat banyak pendukung Argentina kembali mengingat dua momen paling bersejarah saat menghadapi Inggris di Piala Dunia. Menariknya, keduanya terjadi ketika mereka memakai seragam biru.

Jersey Biru Kembali Dipakai Saat Duel Sarat Sejarah

Semifinal di Atlanta akan menjadi pertemuan pertama Argentina dan Inggris dalam 21 tahun terakhir. Kedua negara terakhir kali bertemu pada laga persahabatan di Jenewa pada 2005 yang dimenangi Inggris dengan skor 3-2. Saat itu Lionel Messi bahkan belum menjalani debut bersama tim nasional senior Argentina.

Di ajang Piala Dunia, rivalitas kedua negara jauh lebih emosional. Dari lima pertemuan sebelumnya, Inggris meraih tiga kemenangan. Pertemuan terakhir berlangsung pada fase grup Piala Dunia 2002 ketika penalti David Beckham membawa Inggris menang tipis 1-0.

Namun, bagi publik Argentina, dua duel sebelumnya justru lebih membekas.

Pada Piala Dunia 1986, Diego Maradona mencetak gol kontroversial “Hand of God” sebelum menambah satu gol spektakuler yang membantu Argentina menang 2-1. Lalu pada Piala Dunia 1998 di Prancis, Argentina kembali menyingkirkan Inggris lewat adu penalti di babak 16 besar. Dalam dua laga itu, Argentina sama-sama mengenakan jersey biru.

BACA JUGA:

Tradisi tersebut kini kembali berlanjut setelah FIFA menyetujui permintaan Argentina untuk memakai seragam tandang biru saat menghadapi Inggris.

Sebaliknya, Inggris akan turun dengan seragam putih penuh, warna yang juga mereka gunakan ketika kalah adu penalti dari Argentina pada Piala Dunia 1998.

Sejumlah Kebetulan Kembali Muncul

Meski identik dengan dua kemenangan atas Inggris, jersey biru bukan berarti selalu membawa keberuntungan bagi Argentina. Saat menjadi juara dunia pada Piala Dunia 2022 di Qatar, mereka justru mengenakan seragam utama bergaris biru langit dan putih.

Akan tetapi, khusus saat menghadapi Inggris, catatan jersey kandang tersebut tidak terlalu bersahabat. Argentina kalah pada pertemuan Piala Dunia 1966 dan 2002 ketika memakai seragam utama.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Argentina baru sekali memakai jersey biru, yakni saat mengalahkan Yordania di fase grup. Sementara Inggris hanya sekali meninggalkan seragam putih mereka, yaitu ketika menghadapi Meksiko di babak 16 besar demi menghindari bentrokan warna kostum.

Para pendukung Argentina juga menemukan beberapa kebetulan lain. Pada Piala Dunia 1986 dan 1998, Argentina sama-sama menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup. Rekor sempurna itu kembali mereka ulangi pada edisi tahun ini.

Tak hanya itu, sebelum menghadapi Inggris pada dua turnamen tersebut, seorang pemain bertahan Argentina sempat mencetak gol. Di Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez dan Cristian Romero sama-sama berhasil mencatatkan nama mereka di papan skor pada fase gugur.

Apakah semua itu hanya kebetulan atau kembali menjadi pertanda baik bagi Argentina, jawabannya akan ditentukan pada laga semifinal yang digelar Rabu WIB di Atlanta.

Pada semifinal lainnya, FIFA juga telah menetapkan warna seragam kedua tim. Prancis akan mengenakan jersey biru dengan celana putih saat menghadapi Spanyol, yang tampil memakai jersey putih dan celana merah.

Opini Gilabola.com

Sepak bola memang penuh cerita yang memancing rasa percaya terhadap mitos dan kebetulan.

Namun pada akhirnya, warna jersey tidak akan menentukan hasil pertandingan tanpa performa di lapangan.

Meski sejarah berpihak kepada Argentina saat mengenakan seragam biru melawan Inggris, semifinal Piala Dunia tetap akan ditentukan oleh kualitas permainan, ketenangan, dan kemampuan memanfaatkan momen selama 90 menit atau lebih.

Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.