Elephants

Festival Kuliner Tampilkan Keberagaman Bakso, Mulai dari Resep Warisan hingga Kreasi Modern

July 26, 2026

Bagikan:

JAKARTA - Bakso telah lama menjadi salah satu kuliner yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Dari gerobak keliling hingga rumah makan legendaris, hidangan berbahan dasar daging yang disajikan bersama kuah hangat ini terus menjadi pilihan banyak orang.

Popularitas bakso juga menunjukkan bagaimana kuliner tradisional mampu bertahan di tengah perkembangan industri makanan. Di berbagai daerah, bakso hadir dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang dikenal lewat kuah kaldunya yang kaya rasa, tekstur baksonya yang kenyal, hingga racikan bumbu yang menjadi ciri khas masing-masing daerah.

Keberagaman inilah yang membuat bakso tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Nusantara. Di sisi lain, perkembangan tren kuliner turut mendorong munculnya berbagai inovasi.

Selain mempertahankan resep turun-temurun, banyak pelaku usaha menghadirkan kreasi baru, mulai dari variasi isian, ukuran, hingga penyajian yang lebih modern. Perpaduan antara tradisi dan inovasi tersebut membuat bakso tetap relevan di berbagai generasi.

"Kuliner bakso Indonesia memiliki kekuatan karena mampu terus bertumbuh tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat. Ada resep yang telah dijaga selama puluhan tahun, tetapi ada juga inovasi baru yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumen,"

"Kami ingin mengapresiasi para pelaku usaha sekaligus memperlihatkan kekayaan rasa yang dimiliki kuliner bakso Indonesia. Bagi kami, perjalanan panjang bersama masyarakat Indonesia juga menjadi bagian dari cerita yang terus berkembang, dari generasi ke generasi, dan hari ini terangkum dalam semangat ‘Bakso Lezat Pasti Pakai Sasa MSG’," ungkap Marketing Director PT Sasa Inti, Agus Nugraha dalam keterangan pers Festival Sasa Bakso Vaganza kepada VOI, Minggu, 26 Juli.

Keberadaan bakso juga menjadi bagian dari pertumbuhan subsektor kuliner di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, subsektor kuliner menjadi penyumbang terbesar dalam ekonomi kreatif nasional dengan kontribusi sekitar 41,06 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif.

Angka tersebut menunjukkan bahwa makanan tradisional, termasuk bakso, tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian nasional melalui ribuan pelaku usaha yang tersebar di berbagai daerah.

Potret keberagaman bakso Indonesia kembali ditampilkan melalui acara yang digelar pada 25–26 Juli 2026 di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Penyelenggaraan tahun ini menghadirkan 50 pedagang bakso dari berbagai daerah di Indonesia, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang melibatkan 25 pelaku usaha.

BACA JUGA:


Festival kuliner tersebut membagi peserta ke dalam tiga kategori, yakni Bakso Legendaris yang menampilkan resep-resep lintas generasi, Bakso Nusantara yang memperkenalkan cita rasa khas dari berbagai daerah, serta Bakso Viral yang merepresentasikan inovasi dan kreativitas dalam perkembangan kuliner bakso saat ini.

Melalui konsep tersebut, masyarakat dapat melihat bagaimana satu jenis makanan mampu berkembang dalam berbagai bentuk tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Selain menjadi ajang mencicipi aneka bakso, festival ini juga menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk berbagi cerita mengenai perjalanan usaha mereka, mulai dari mempertahankan resep keluarga hingga menghadapi dinamika industri kuliner yang terus berubah.

Salah satu peserta yang turut hadir adalah Bakso Mas Agung Wonogiri, bersama puluhan pelaku usaha lainnya dari berbagai kota di Indonesia.

Dalam menjaga cita rasa, para pelaku usaha juga mengandalkan racikan bumbu yang konsisten. Bumbu menjadi salah satu faktor penting yang menentukan karakter rasa setiap mangkuk bakso, sehingga kualitas yang terjaga menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dari waktu ke waktu.

Melalui penyelenggaraan festival ini, masyarakat diajak melihat bahwa bakso bukan sekadar makanan favorit, melainkan bagian dari perjalanan panjang kuliner Indonesia yang terus berkembang.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+