Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:40 WIB
VIVA – Kasus pembunuhan disertai mutilasi di Depok yang menewaskan Kunaefi (51) terus menjadi perhatian. Polisi masih mendalami motif di balik aksi keji yang diduga dilakukan Saepul alias Saepullah (26) terhadap korban.
Baca Juga
Dari hasil penyidikan sementara, terungkap bahwa hubungan antara pelaku dan korban bermula dari perkenalan melalui media sosial. Keduanya kemudian sepakat bertemu di kontrakan Saepul di kawasan Cipayung, Kota Depok, pada 23 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertemuan yang awalnya disebut untuk berbincang justru berakhir tragis. Berikut sejumlah fakta mencengangkan dalam kasus mutilasi di Depok tersebut, yang telah dirangkum.
Baca Juga
1. Pelaku dan korban berkenalan lewat media sosial
Polisi mengungkap Saepul dan Kunaefi sebelumnya saling mengenal melalui media sosial. Setelah berkomunikasi, keduanya kemudian memutuskan bertemu secara langsung di kontrakan yang ditempati Saepul.
Baca Juga
Meski muncul berbagai spekulasi mengenai hubungan keduanya, polisi menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan sejauh ini, keduanya hanya sebatas saling mengenal.
“Untuk hubungan antara pelaku dengan korban, itu hanya sebatas kenal sama kenal, tidak lebih,” kata Kepala Tim Khusus 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono.
Penyidik masih menelusuri komunikasi antara keduanya untuk mengetahui secara lebih jelas konteks perkenalan dan pertemuan tersebut.
2. Saepul mengaku awalnya hanya ingin ditemani mengobrol
Sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, Saepul mengaku mengundang Kunaefi ke kontrakannya bukan untuk melakukan kekerasan. Ia menyebut dirinya hanya membutuhkan teman untuk berbincang.
Saat itu, Saepul tinggal sendiri setelah rekan yang sebelumnya menempati kontrakan bersamanya tidak lagi melanjutkan sewa.
"Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh teman buat ngobrol aja. Karena emang teman kontrakanku enggak ada juga, karena dia sudah terakhir ngontrak di situ, enggak lanjut," kata Saepul.
Namun, situasi di dalam kontrakan kemudian berubah menjadi pertengkaran yang berujung kekerasan.
3. Cekcok berujung penusukan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pemeriksaan, Saepul mengklaim terjadi perselisihan setelah korban disebut melakukan tindakan yang tidak diinginkannya. Ia kemudian mengaku terlibat kontak fisik dengan korban.
"Saya tak dorong, saya mau teriak, terus saya didorong dari tangga sama dia. Kan rumahnya dua lantai. Terus saya turun ke bawah kan, terus terlanjur didorong ke bawah saya ke bawah ambil pisau lah. Terus saya tusuk," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Polisi menduga korban mengalami luka tusuk pada bagian perut serta luka sayatan di leher menggunakan pisau yang diambil dari dapur kontrakan. Akibat luka tersebut, Kunaefi kemudian meninggal dunia.