Tanjung Balai (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI merilis volume ekspor produk perikanan periode Januari - Juni 2026 mencapai 566,25 ribu ton senilai USD 3 Miliar setara Rp52,6 Triliun. Kualitas layanan sertifikasi mutu terus ditingkatkan untuk menjamin produk perikanan Indonesia diserap pasar ekspor.
Berdasarkan siaran pers diterima Antara dari Kepala Stasiun PPMHKP Tanjungbalai Asahan, Aan Fibro Widodo, disebutkan bahwa Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini mengatakan, pada semester I 2026 ekspor 10 produk unggulan KKP diantaranya udang vanname, rumput laut, tuna, sarden, tenggiri, cakalang, cumi, sotong, gurita, carrageenan, kerapu dan kepiting rajungan nilainya diperkirakan Rp52,6 Triliun.
Ishartini menerangkan, Badan Mutu KKP menerapkan sertifikasi mutu dari hulu sampai hilir dengan standar internasional, sehingga kualitas dan keamanan hasil perikanan Indonesia diakui oleh otoritas negara tujuan ekspor.
Produk perikanan Indonesia saat ini dapat ditemukan di 152 negara, diantaranya Negara anggota EFTA (Norwegia, Iceland, Liechtenstein, dan Switzerland), Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Tengah, Eropa Timur, EEU (Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Russia), Semenanjung Arab dan Timur Tengah, Australia dan New Zealand, Negara di Pasifik, serta Inggris.
"Sampai dengan akhir semester 1 tahun ini jumlah perusahaan perikanan yang lolos sertifikasi mutu KKP dan telah melakukan kegiatan ekspor sebanyak 1162 unit, terdiri dari 900 unit pengolah, 229 unit pengekspor ikan hidup serta 33 unit produksi benih ikan,” kata Ishartini di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Diakuinya, keberhasilan kinerja ekspor produk perikanan berdampak signifikan bagi perekonomian daerah, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Ishartini mencontohkan, di Sumatera Utara nilai ekspor perikanan semester I mencapai Rp115,5 Miliar dengan produk unggulan Shrimp Paste, Frozen Octopus, Krill/Udang Kering, Frozen Squid, Frozen Cuttle Fish, Ikan Kembung, Udang Putih, Frozen Croaker Fish, Frozen Eel serta Frozen Black Tiger Shrimp. Negara tujuan ekspornya yakni Malaysia, Tiongkok, Thailand, Mesir, Hong Kong, Taiwan, dan Vietnam.
"Ekspor ikan juga menyerap tenaga kerja, contohnya di Provinsi Sulawesi Selatan UPT Badan Mutu berhasil membawa 144 UPI lokal ekspor ke 46 negara dan menyerap tenaga kerja 8389 orang dengan frekuensi ekspor sepanjang Januari hingga Agustus 2026 sebanyak 8.540 kali shipment,” katanya
Ishartini menegaskan bahwa sertifikasi mutu yang dilaksanakan KKP bersifat gratis dan pendaftarannya dilakukan secara online. Bagi masyarakat, pelaku usaha maupun UMKM yang ingin mendapatkan informasi seputar ekspor ikan dan sertifikasi mutu dapat langsung menghubungi PPID Badan Mutu KKP di website www.ppid.kkp.go.id dan email [email protected] atau media sosial resmi BPPMHKP.
“Badan Mutu memiliki 46 unit pelaksana teknis tersebar di seluruh Indonesia, yang siap mengeksekusi penerapan quality assurance (QA) di sepanjang rantai produksi hingga membuat perusahaan siap ekspor,” kata Ishartini mengakhiri.
Pewarta: Yan Aswika
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.