REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan ekonomi digital mulai membuka ruang bagi pelaku industri kreatif di luar kota metropolitan. Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi salah satu daerah yang mulai menunjukkan perkembangan bisnis produksi konten dan pemasaran digital.
Salah satu pelaku usaha di sektor tersebut adalah PT Cekink Ervada Digital yang berdiri pada 29 Januari 2023. Perusahaan yang bergerak dalam produksi konten dan pemasaran digital tersebut didirikan Sigit Try Wibowo dan menyasar kebutuhan bisnis terhadap layanan digital.
Peluang pengembangan industri kreatif di daerah turut dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan platform digital untuk pemasaran dan komunikasi bisnis. Kondisi tersebut membuka ruang bagi talenta lokal untuk terlibat dalam produksi konten dan pengelolaan proyek digital tanpa harus berpindah ke pusat ekonomi kreatif di kota besar.
Sigit mengatakan, perkembangan industri digital membuka peluang bagi pelaku usaha dan talenta lokal di daerah.
“Kami melihat potensi besar industri digital untuk terus berkembang, terutama di daerah seperti Purwodadi. Kehadiran PT Cekink Ervada Digital adalah wujud komitmen kami untuk tidak hanya berpartisipasi, namun juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif lokal,” ujar Sigit dalam siaran pers, Senin (21/9/2026).
Dalam menjalankan kegiatan usaha, perusahaan melibatkan sejumlah tenaga kerja lokal, di antaranya Anindiya dan Fatimah Ayu Salfada yang menangani produksi dan manajemen proyek. Keterlibatan tenaga kerja daerah menjadi bagian dari perkembangan kegiatan usaha digital di tingkat lokal.
Salah satu admin perusahaan, Muhlisin, mengatakan lingkungan kerja di sektor digital memberikan kesempatan bagi tenaga kerja daerah untuk mengembangkan kemampuan.
“Lingkungan kerja di sini sangat dinamis dan inovatif, memungkinkan kami untuk terus belajar serta berkontribusi nyata dalam setiap proyek. Kami bangga menjadi bagian dari perkembangan industri digital di Purwodadi,” kata Muhlisin.
PT Cekink Ervada Digital memasarkan layanan dan berinteraksi dengan klien serta audiens melalui sejumlah platform digital, termasuk Facebook, YouTube, TikTok, dan Instagram.
Perkembangan bisnis digital di daerah menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi kreatif tidak hanya berlangsung di pusat metropolitan. Ketersediaan talenta lokal, akses teknologi, dan permintaan terhadap layanan digital menjadi faktor yang dapat menentukan pertumbuhan ekosistem tersebut di daerah.