Bengkulu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menyebut perekonomian Bengkulu pada triwulan II 2026 tumbuh progresif sebesar 7,35 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), didorong meningkatnya aktivitas ekonomi, termasuk kembali normalnya operasional Pelabuhan Pulau Baai.
"Kalau secara qtq kita di atas 7 persen, tepatnya 7,35 persen. Dibandingkan triwulan I yang mengalami kontraksi sebesar 2,34 persen, ini menunjukkan pergerakan ekonomi Bengkulu pada triwulan II cukup progresif," kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal di Bengkulu, Rabu.
Menurut dia, pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah faktor, antara lain momentum Hari Raya Idul Adha, penyelenggaraan Festival Tabut 2026, serta mulai normalnya operasional Pelabuhan Pulau Baai.
Ia mengatakan beroperasinya kembali Pelabuhan Pulau Baai mendorong aktivitas ekspor, distribusi barang, dan angkutan penumpang sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan II 2026.
Selain itu, penyelenggaraan Festival Tabut juga menggerakkan berbagai lapangan usaha, seperti perdagangan, transportasi, akomodasi, serta penyediaan makanan dan minuman.
Win Rizal mengatakan secara tahunan (year-on-year/yoy), ekonomi Bengkulu pada triwulan II 2026 juga tumbuh sebesar 5,11 persen, yang menunjukkan aktivitas ekonomi daerah terus mengalami perbaikan.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi Bengkulu masih berpotensi meningkat apabila sektor pertambangan yang hingga triwulan II masih mengalami kontraksi mulai kembali tumbuh positif.
"Kalau pertambangan mulai positif, saya pikir kita optimistis pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan III akan lebih baik. Apalagi kalau optimalisasi Pelabuhan Pulau Baai terus berjalan sehingga aktivitas ekspor semakin meningkat," ujarnya.
Ia menambahkan pengembangan kawasan industri di sekitar Pelabuhan Pulau Baai juga berpotensi menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi karena akan memacu berkembangnya berbagai sektor usaha pendukung, mulai dari perdagangan, transportasi, hingga akomodasi.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.