Elephants

Ekonom Untad: Koperasi Merah Putih penggerak ekonomi kerakyatan

October 2, 2026

Ekonom Untad: Koperasi Merah Putih penggerak ekonomi kerakyatan

Jumat, 2 Oktober 2026 11:51 WIB

Image Print

Pakar Ekonomi Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof Wahyuningsih. (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Palu (ANTARA) - Pakar Ekonomi Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah Prof Wahyuningsih mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan untuk mendukung pembangunan.

"Kalau dulu ada namanya program desa membangun, saya mengamati bahwa ini sifatnya keberlanjutan untuk mendorong kemandirian bangsa," kata Wahyuningsih di Palu, Jumat.

Ia mengatakan melalui program itu, banyak peluang dapat tercipta, yakni penyerapan tenaga kerja dan distribusi pendapatan masyarakat. Selama ini, perputaran uang dalam jumlah besar hanya terjadi di dalam kota sehingga kehadiran KDKMP menjadi jembatan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Selain itu, rantai pasok komoditas dapat diperpendek guna meningkatkan efisiensi biaya distribusi sehingga harga lebih bersaing. Koperasi juga dapat bertindak sebagai distributor yang menyerap hasil produksi masyarakat untuk selanjutnya dipasarkan lebih luas.

Ia juga menyarankan KDKMP di Sulawesi Tengah menyediakan beragam produk yang dipasarkan supaya lebih bervariasi, dengan mempertimbangkan sektor unggulan wilayah setempat.

"Layanan jasa juga dapat dimanfaatkan. Salah satu contoh sektor industri di Morowali, koperasi bisa menyediakan kebutuhan pekerja meskipun secara sistem KDKMP dituntut mengelola dua aspek utama, yakni komoditas pasokan dan serapan," ujarnya.

Menurut dia ekonomi kerakyatan sebetulnya dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) jika dimanfaatkan secara optimal.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sektor industri pengolahan atau hilirisasi nikel dan logam dasar masih berada di puncak rantai kontribusi ekonomi daerah, dengan rata-rata mencapai 34 persen terhadap PDRB.

Oleh karena itu daerah perlu meningkatkan sektor komoditas lain sebagai penyeimbang maupun alternatif agar kontribusi ekonomi lebih bervariasi.

"Peluang ini harus dimanfaatkan Koperasi Merah Putih. Koperasi juga perlu melakukan pemetaan sebelum melaksanakan operasional, supaya produk yang dijual di gerai betul-betul sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat," tutur Wahyuningsih yang juga pakar manajemen pemasaran Untad Palu.

Ia menambahkan selain penjualan produk, pengoperasian KDKMP harus dilandasi tata kelola yang baik, termasuk perekrutan sumber daya manusia (SDM) yang disiapkan untuk mengelola kegiatan koperasi.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026