Elephants

Ekonom Ungkap Alasan Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun Meski Ekonomi Global Penuh Ketidakpastian

July 18, 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:40 WIB

Jakarta, VIVA – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 dinilai mencerminkan masih kuatnya daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski demikian, tantangan pada paruh kedua tahun ini dinilai bukan lagi menarik komitmen investasi, melainkan memastikan investasi tersebut benar-benar terealisasi menjadi proyek yang produktif.

Baca Juga

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, mengatakan realisasi investasi hingga semester I menunjukkan ketahanan iklim investasi nasional masih cukup baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau sekitar 49,5 persen dari target investasi sepanjang tahun.

Baca Juga

"Namun, tantangan pada semester II bukan lagi menarik komitmen investasi, melainkan memastikan investasi tersebut segera direalisasikan menjadi proyek yang produktif," kata Rizal di Jakarta, Sabtu, 18 Juli 2026.

Pemerintah Dinilai Perlu Percepat Eksekusi Investasi

Baca Juga

Menurut Rizal, pemerintah perlu mempercepat pelaksanaan berbagai proyek investasi agar mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.

Langkah tersebut dapat dilakukan melalui penyederhanaan proses perizinan, memberikan kepastian regulasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, hingga menyelesaikan berbagai hambatan yang masih ditemui di lapangan.

Dengan demikian, investasi yang masuk tidak hanya besar dari sisi nilai, tetapi juga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.

"Artinya, investasi tidak hanya tinggi secara nominal, tetapi juga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kapasitas produksi nasional," ujarnya.

Daya Tarik Investasi Indonesia Masih Terjaga

Rizal menilai iklim investasi Indonesia masih memiliki daya tahan yang relatif kuat. Kondisi tersebut didukung oleh besarnya pasar domestik, kebijakan hilirisasi yang terus dijalankan pemerintah, serta stabilitas ekonomi makro yang dinilai tetap terjaga.

Meski demikian, ia memperkirakan investor akan lebih berhati-hati pada semester II 2026 karena ketidakpastian ekonomi global masih cukup tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah faktor seperti meningkatnya tensi geopolitik serta biaya pendanaan yang masih tinggi diperkirakan membuat investor menjadi lebih selektif dalam menanamkan modalnya.

Sektor Bernilai Tambah Diprediksi Jadi Incaran Investor

Halaman Selanjutnya

Di tengah kondisi tersebut, investasi diperkirakan akan lebih banyak mengalir ke sektor-sektor yang memiliki prospek keuntungan lebih jelas serta mampu memberikan nilai tambah tinggi.