Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai aliran modal asing masuk (capital inflow) senilai Rp140,7 triliun perlu diimbangi penguatan insentif likuiditas Bank Indonesia (BI).
Menurut Rizal, kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, bahwa modal asing yang masuk melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) itu memang memberikan dampak positif bagi stabilitas rupiah dan kepercayaan pasar.
Tetapi, lanjutnya, kualitas modal masuk perlu dicermati lantaran masih didominasi portofolio, sensitif terhadap imbal hasil (yield) dan mudah berbalik ketika kondisi global berubah.
Oleh sebab itu, dia menilai persoalan utama yang perlu menjadi perhatian adalah memastikan likuiditas bertransmisi ke sektor riil.
Sementara, fasilitas kredit yang belum dicairkan atau undisbursed loan masih berkisar Rp2.548 triliun per Juli 2026. Data ini dinilai menunjukkan bahwa likuiditas tersedia, tetapi permintaan kredit dan ekspansi usaha belum cukup kuat.
"Artinya, bottleneck ada pada transmisi, bukan semata pada suplai dana. Untuk itu, insentif likuiditas BI perlu lebih kuat dikaitkan dengan kredit investasi dan modal kerja ke sektor produktif," kata Rizal.
Dia mencontohkan sejumlah sektor produktif yang potensial di antaranya termasuk manufaktur, pertanian, hilirisasi, UMKM, dan industri padat karya.
Rizal menggarisbawahi pemerintah perlu menghindari potensi imbal hasil instrumen keuangan menawarkan keuntungan yang lebih menarik dibandingkan pembiayaan sektor riil yang berujung menciptakan tekanan ketersediaan dana di sektor keuangan (financial crowding-out).
Secara paralel, dari sisi fiskal, modal masuk melalui SBN dinilai perlu diterjemahkan menjadi belanja produktif dengan efek berganda yang tinggi sehingga mendorong masuknya investasi swasta (crowding-in).
"Ukuran keberhasilannya bukan berapa besar modal asing masuk, tetapi seberapa jauh modal tersebut akhirnya menambah investasi, kapasitas produksi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja," tutur dia.
Baca juga: BI naikkan insentif "swap" lindung nilai portofolio inflow hingga FDI
Baca juga: Menkeu Suahasil sebut arus modal asing masuk ke RI Rp140,7 triliun
Baca juga: OJK: Modal asing masuk di saham berlanjut, net buy Rp1,19 triliun
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.