Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listyanto menilai, kehadiran Danantara mulai memberikan dampak positif terhadap efisiensi dan pembenahan badan usaha milik negara (BUMN).
Salah satu perkembangan pada tahap awal terlihat dari perubahan kelembagaan di internal BUMN yang dilakukan secara relatif cepat.
"Kalau menurut saya, setidaknya di langkah awal ini yang positif itu adalah perubahan kelembagaan di internalnya itu cepat dia lakukan," kata Eko saat ditemui usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat.
Langkah efisiensi tersebut dimungkinkan karena adanya perubahan struktur kelembagaan setelah pembentukan Danantara. Dengan struktur tersebut, keputusan strategis di tingkat tinggi bisa dilakukan secara lebih terarah.
Eko mencontohkan adanya upaya pemangkasan jumlah BUMN. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menutup 290 BUMN yang dinilai tidak produktif sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan negara.
Bahkan, hingga akhir 2026, pemerintah menargetkan lebih dari 750 BUMN ditutup. Langkah tersebut, menurut Eko, mampu mengefisiensikan perusahaan pelat merah.
Dari yang seribu sekian BUMN, sudah dipangkas dan targetnya nanti akan lebih dipangkas lagi. Nah, itu kan memang kalau tidak ada tantiem dan lain-lain memang secara langsung memberikan dampak efisiensi, jelasnya.
Lebih lanjut, ia memperkirakan efisiensi yang dilakukan dapat menciptakan tambahan dana yang kemudian kembali digunakan untuk mendukung operasional BUMN.
Ia juga menduga efisiensi tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan laba sejumlah BUMN.
Ini angka yang besar, kemudian istilahnya dimasukkan lagi ke dalam operasional Danantara itu, di masing-masing BUMN-nya. Itulah yang kemudian bisa mengkapitalisasi kenaikan laba itu, katanya.
Meski demikian, Eko memberikan catatan bahwa proses tersebut baru merupakan tahap awal. Keberhasilan Danantara ke depan baru akan terlihat apabila semakin banyak BUMN yang mampu menciptakan laba.
Adapun dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan perbaikan tata kelola dan kinerja BUMN mulai menunjukkan hasil signifikan dengan mencatatkan setoran dividen sebesar Rp142,3 triliun pada 2025 atau meningkat 67 persen dibandingkan 2024.
Prabowo mengatakan peningkatan tersebut terjadi setelah pemerintah melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN. Setelah dikoreksi, keuntungan BUMN pada 2024 tercatat Rp186 triliun, dengan dividen yang disetorkan sebesar Rp85,5 triliun.
"Dividen BUMN yang disetorkan tahun 2025 mencapai 142,3 triliun, naik 67 persen dari tahun 2024," ujar Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat.
Pewarta: Bayu Saputra
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.