Jakarta -
Demam keberhasilan Spanyol merengkuh gelar juara Piala Dunia ternyata berdampak sangat besar. Pencarian liburan dari turis China langsung meledak.
Efek domino positif ini membakar semangat sektor pariwisata sekaligus membuka peluang bisnis raksasa jelang musim libur Golden Week. Data platform perjalanan Qunar mencatat lonjakan drastis pada pencarian tiket penerbangan, seperti dikutip dari Euronews Minggu (26/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rute penerbangan dari Shenzhen menuju Barcelona bahkan meroket hingga 33 kali lipat hanya beberapa jam seusai laga final. Destinasi eksotis lain seperti Tenerife dan Malaga juga mengalami lonjakan pencarian masing-masing sebesar 19 kali dan 10,5 kali lipat.
Secara teori ekonomi, trofi Piala Dunia memang membawa hoki besar. Studi Universitas Aberdeen menunjukkan bahwa negara pemenang biasanya menikmati dorongan pertumbuhan PDB minimal 0,48% selama dua kuartal berturut-turut. Bagi ekonomi Spanyol yang bernilai Euro 1,69 triliun, potensi bonus ekonomi ini bisa menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Euro 4 miliar.
Sebelum momen juara ini terjadi, antusiasme turis Tiongkok ke Spanyol sebenarnya memang sudah membara. Data Aena mencatat ada 707.530 penumpang udara yang melintas pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini melonjak 46,8% dibanding tahun sebelumnya berkat pembukaan rute penerbangan baru dari kota-kota besar seperti Chengdu dan Guangzhou.
Menyambut libur Golden Week pada 1-8 Oktober, perusahaan Stamp merilis panduan khusus bagi para pelaku usaha retail Spanyol. Data menunjukkan sekitar 77,8% turis Tiongkok selalu merencanakan daftar belanjaan mereka jauh-jauh hari melalui media sosial populer seperti Xiaohongshu, Weibo, dan WeChat.
Selain promosi digital, kesiapan sistem pembayaran digital menjadi kunci utama. Penggunaan dompet digital seperti Alipay dan WeChat Pay mendominasi lebih dari 90% transaksi turis Tiongkok saat berlibur di luar negeri. Proses pengembalian pajak belanjaan yang serba mudah juga menjadi daya tarik yang sangat menentukan.
"Wisatawan Tiongkok saat ini tidak memiliki Bebas Pajak, tetapi Pengembalian Pajak: mereka membayar PPN penuh di kasir dan, beberapa minggu kemudian, jika semuanya berjalan lancar, mendapatkan sebagiannya kembali," ungkap Abel Navajas, Co-founder sekaligus CEO Stamp.
Menurutnya, pemotongan PPN langsung di tempat dapat menjadi pemicu utama agar pedagang lokal Spanyol bisa meraup untung maksimal dari gelombang turis Tiongkok ini.
(bnl/ddn)