Elephants

Dulu Sahabat, Kini FX Rudy Berani Ungkap Fakta Soal Jokowi dan Sikap pada Rakyat Kecil

July 29, 2026

Rabu, 29 Juli 2026, 12:27 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Hubungan mantan Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Solo FX Hadi Rudyatmo atau FX Rudy dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan. Tokoh yang pernah dikenal sangat dekat dengan Jokowi itu mengungkapkan bahwa komunikasi di antara keduanya telah terputus sejak Gibran Rakabuming Raka maju dalam Pilkada Solo 2020.

Padahal, keduanya pernah memimpin Kota Solo bersama sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada periode 2005–2012. FX Rudy juga dikenal sebagai sosok yang pertama kali mengenalkan tradisi blusukan kepada Jokowi saat awal pencalonannya di Solo.

Namun, hubungan yang semula erat itu, menurut Rudy, berubah ketika Gibran mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo.

Dalam podcast Akbar Faizal Uncensored pada Rabu (29/7/2026), Rudy mengaku sejak saat itu tidak lagi berkomunikasi dengan Jokowi.

"Sejak beliau minta anaknya jadi wali kota itu saya sudah tidak berkomunikasi sampai sekarang," kata Rudy.

Rudy mengatakan kerenggangan hubungan tersebut tidak hanya sebatas komunikasi. Ia bahkan mengaku pernah sengaja menghindari bertemu langsung dengan Jokowi dalam sebuah acara.

Rudy menegaskan sikapnya tetap sama apabila suatu saat bertemu kembali dengan Jokowi. Ia mengaku akan tetap menyampaikan pesan yang selama ini berulang kali disampaikannya, yakni agar Jokowi tidak mengkhianati Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Saya sudah berkali-kali menyampaikan jangan mengkhianati ketua umum. Kalau mengkhianati ketua umum itu hukumannya tidak ringan," kata Rudy.

Pernyataan tersebut kembali mengangkat ketegangan hubungan antara Jokowi dan PDIP yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian publik.

Selain mengungkap putusnya komunikasi dengan Jokowi, Rudy juga melontarkan pernyataan yang membantah salah satu kisah yang selama ini melekat pada kepemimpinan Jokowi di Solo.

Rudy menyinggung proses relokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Banjarsari ke Pasar Notoharjo. Menurutnya, cerita bahwa Jokowi menghadiri 54 kali pertemuan makan siang dan makan malam bersama para pedagang tidak sesuai dengan kenyataan.

Di hadapan Akbar Faizal, Rudy menyatakan Jokowi hanya hadir dalam dua pertemuan, sedangkan pertemuan lainnya dijalaninya sendiri bersama para pedagang.

"Tanya wartawan! Hanya dua kali beliau (Jokowi) yang hadir. Sisanya saya sendiri yang turun," ujar Rudy.

Rudy mengaku angka 54 kali pertemuan tersebut muncul setelah dirinya diminta menyampaikan bahwa dialog dengan pedagang berlangsung sebanyak itu. Namun, ia menyesalkan narasi tersebut kemudian dipahami sebagai jumlah kehadiran langsung Jokowi.

"Itu yang diklaim karena waktu itu telepon saya sampaikan saja kita bertemu itu 54 kali. Namun saya kan enggak tahu kondisinya seperti begini ini. Kalau tahu seperti begini ngapain saya harus ngomong seperti itu?" ungkapnya.

Baca Juga: Soal Babinsa Terlibat Pengawasan Pajak, Ahok: Bukan Sekedar Menagih

Jokowi sebenarnya pernah menyampaikan bahwa hubungannya dengan Rudy masih baik-baik saja. Pada Desember 2024, Jokowi menegaskan hubungan mereka tetap baik meski memiliki perbedaan sikap politik.

"Semuanya kan teman, sahabat baik. (Dengan Rudy), sudah lama terjalin, bestie. Saya tidak pernah takut mau dijelek-jelekkan. Mereka punya hak, saya juga punya hak. Tuhan tidak tidur," kata Jokowi saat itu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.