Jakarta, CNN Indonesia --
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkap nama-nama yang paling banyak digunakan di Indonesia.
Di Pulau Jawa, nama Sutrisno dan Sulastri menjadi nama yang paling banyak digunakan. Nama itu populer digunakan dari seluruh golongan usia penduduk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini nama-nama yang khas, kalau di Jawa Sutrisno-Sulastri," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Teguh Setyabudi di Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I 2026, Jakarta, dikutip Selasa (4/8).
Teguh menyampaikan laki-laki yang menggunakan nama Sutrisno di Jawa ada sebanyak 102.519 jiwa, sedangkan Sulastri bagi perempuan sebanyak 135.421 jiwa.
Lain Jawa, lain Sumatra. Teguh mencatat nama yang paling banyak digunakan di Sumatra adalah Junaidi bagi laki-laki dan Nurhayati bagi perempuan.
Dukcapil mencatat ada sekitar 45.219 Junaidi dan 83.112 Nurhayati di Sumatra.
"Di Sumatra masih sama karena banyak transmigran di sana, banyak orang Jawa di sana," ujarnya.
Junaidi dan Nurhayati, ternyata tak hanya populer di Sumatra. Tapi juga di Kalimantan. Kedua nama itu menjadi nama paling banyak digunakan di Pulau Borneo.
Ada sebanyak 12.940 laki-laki bernama Junaidi dan 14.342 perempuan bernama Nurhayati di Kalimantan.
Nama Nurhayati juga masih populer di pulau-pulau lainnya. Yakni, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
Di Sulawesi, terdapat 23.760 perempuan yang bernama Nurhayati. Namun, tak seperti di Kalimantan, nama Junaidi kalah populer dengan Sudirman. Di mana Sudirman jadi nama paling banyak di Sulawesi.
"Maluku Rahman-Nurhayati khususnya Maluku Utara," ucapnya.
Kemudian Nusa Tenggara adalah Ahmad bagi laki-laki dan Nurhayati bagi perempuan. Lalu Papua, Ismail bagi laki-laki, dan Nurhayati untuk perempuan.
Sementara itu di Bali, nama laki-laki paling banyak adalah I Wayan Sudiarta dan Ni Nyoman Sari bagi perempuan.
(mnf/fra)
[Gambas:Video CNN]