Lampung -
Taman Nasional Way Kambas di Lampung jadi lokasi yang dikunjungi Duta Besar Norwegia, Kaja Gloom.
Kedatangan Kaja bersama dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk mengecek dan memastikan kesiapan sarana prasarana dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar kawasan konservasi tersebut.
Mitigasi itu dilakukan melalui pemantauan SIPONGI, pembangunan pos pantau Karhutla, serta pembentukan tim gabungan bersama lintas instansi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk penanganan karhutla di lapangan dilakukan dengan dukungan mobil slip on, serta diperkuat dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan helikopter water bombing.
Menurut menhut, penanganan Karhutla di kawasan konservasi tidak hanya mengandalkan satu metode, tetapi dilakukan melalui kombinasi antara pemadaman darat, dukungan water bombing, dan OMC. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat perlindungan kawasan konservasi, karena di sana ada keanekaragaman hayati yang harus dijaga.
"Berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama," ujar Menhut seperti dikutip Antara, Senin (21/9/2026).
Upaya pemadaman karhutla di TN Way Kambas sendiri didukung oleh 17 anggota Manggala Agni dan 44 Polisi Kehutanan. Sedangkan untuk sarana melawan karhutla meliputi tujuh kendaraan roda empat, 33 kendaraan roda dua dan tiga, delapan set mesin pompa beserta kelengkapannya, 60 jetshooter, serta dua tenda.
Pengecekan sarana dan prasarana bersama Dubes Norwegia tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan mitigasi dan perlindungan Taman Nasional Way Kambas dari ancaman Karhutla.
"Pengecekan sarana dan prasarana bersama Dubes Norwegia ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan mitigasi dan perlindungan kawasan konservasi dari ancaman karhutla," tutup Menhut.
Masih Ada Titik Api di TN Way Kambas
Saat ini, Taman Nasional Way Kambas tengah menghadapi ancaman karhutla. Api masih belum padam di kawasan konservasi itu. Titik api masih muncul di wilayah resort Cabang.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan tim masih berupaya untuk memadamkan api agar tidak meluas kembali.
"Benar (kebakaran), saat ini masih proses pemadaman," katanya, Senin (21/9/2026) dikutip dari detikSumbagsel.
Terkait luas lahan yang terbakar, Zaidi menuturkan hal tersebut belum bisa diperkirakan lantaran tim masih berada di titik kebakaran.
"Belum bisa dihitung karena masih proses pemadaman," jelasnya.
Ia menjelaskan kebakaran terdeteksi ada di tiga titik berbeda, namun satu titik dikatakan berhasil dipadamkan.
"Ada 3, namun informasi dari tim, 1 titik berhasil dipadamkan," tandasnya.
(wsw/wsw)