Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Kevin Kim menegaskan keinginan AS untuk menjadi bagian dari pertumbuhan dan berkontribusi terhadap stabilitas, kemakmuran, dan keamanan kawasan ASEAN.
"Amerika Serikat ingin menjadi bagian dari pertumbuhan kawasan ini dan berkontribusi pada stabilitas, kemakmuran, dan keamanan kawasan ini," kata Kim dalam konferensi pers virtual, Jumat.
Pernyataan itu dia sampaikan untuk menyoroti kunjungan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan partisipasinya dalam Pertemuan Menlu ASEAN ke-59 yang digelar pada 20-24 Juli di Manila, Filipina.
Kim menyampaikan bahwa partisipasi Menlu Rubio dalam pertemuan itu berjalan sukses dalam memajukan visi AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Melalui keterlibatan, baik dalam forum multilateral maupun bilateral, Menlu Rubio, kata Kim, mampu menegaskan kembali komitmen AS terhadap sentralitas ASEAN, memperkuat aliansi AS-Filipina, dan mempererat banyak hubungan AS, terutama sejumlah hubungan pentingnya di Asia Tenggara.
"Dan saya pikir pada intinya, semua ini berakar dari fakta bahwa Presiden Trump tahun lalu di Kuala Lumpur menyatakan bahwa Amerika Serikat 100 persen mendukung ASEAN. Itulah kebijakan Amerika Serikat. Itulah pendekatan Amerika Serikat terhadap Asia Tenggara," kata Kim.
Mengingat Asia Tenggara secara demografis terus berkembang, dan tumbuh secara ekonomi, Kim meyakini bahwa kawasan ASEAN akan menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi di abad ke-21.
Oleh karena itu, Kim menegaskan keinginan AS untuk menjadi bagian dari pertumbuhan di kawasan ASEAN, dan berkontribusi terhadap stabilitas, kemakmuran, dan keamanan kawasan tersebut.
Kim mengatakan melalui kunjungan Menlu Rubio, AS ingin menegaskan harapan untuk memberikan solusi terhadap tantangan regional yang dihadapi bersama antara AS dan Asia Tenggara.
Kim juga menguraikan komitmen AS untuk berinvestasi sebanyak 2,5 miliar dolar AS (sekitar Rp44,9 triliun) untuk memperkuat kerja sama keamanan, membangun infrastruktur strategis, memajukan kerja sama teknologi, meningkatkan keamanan energi, dan memerangi kejahatan transnasional di kawasan.
Kim juga menyebutkan keinginan AS untuk terus bekerja sama dengan ASEAN seiring dengan upaya ASEAN untuk mengembangkan ekonomi digital, memperkuat keamanan energi dan mengatasi tantangan regional lainnya di kawasan.
Selain itu, Kim juga menyampaikan bahwa melalui kunjungan Menlu Rubio ke Pertemuan Menlu ASEAN di Manila, AS juga ingin menyoroti pentingnya kebebasan navigasi, yang merupakan prinsip penting dan krusial yang diandalkan oleh setiap negara berkembang di kawasan, termasuk AS dan sekutunya di Asia Timur Laut dan Asia Tenggara.
Baca juga: Menlu serukan penguatan kerja sama ASEAN-AS sebagai jangkar stabilitas
Baca juga: Menlu AS yakini sejarah dunia abad ke-21 tercipta di Asia Tenggara
Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.