Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:52 WIB
Jakarta, VIVA – PT Astra International Tbk (Astra) menjaga pertumbuhan dua bisnis utamanya sepanjang semester I-2026. Laba bersih bisnis Otomotif meningkat 9 persen menjadi Rp5,9 triliun, sedangkan laba bisnis Jasa Keuangan tumbuh 6 persen menjadi Rp4,6 triliun.
Baca Juga
Presiden Direktur PT Astra International Tbk Rudy mengatakan, pertumbuhan bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan menunjukkan daya tahan Grup Astra menghadapi kondisi bisnis yang dinamis. Kinerja positif kedua sektor tersebut menjadi penopang Perseroan di tengah tekanan pada bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan,” ujar Rudy dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga
Secara konsolidasian, Astra International membukukan pendapatan bersih Rp157,9 triliun pada semester I 2026. Perolehan itu turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp162,9 triliun.
Laba bersih tanpa memperhitungkan non-recurring items mencapai Rp14,9 triliun, turun 7 persen dari Rp16 triliun. Setelah memperhitungkan pos nonberulang sebesar Rp2,4 triliun, laba bersih Grup Astra tercatat Rp12,5 triliun.
Baca Juga
Pos nonberulang tersebut terutama terdiri atas penyesuaian nilai wajar investasi ekuitas dan penurunan nilai atau impairment. Laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 tersebut belum diaudit dan telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Pertumbuhan bisnis Otomotif Astra International ditopang kenaikan penjualan mobil baru dan kontribusi yang kuat dari divisi Komponen. Penjualan mobil nasional sepanjang semester I 2026 tumbuh 16 persen menjadi 437.000 unit. Sementara itu, penjualan mobil Grup Astra meningkat 10 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Grup Astra mempertahankan pangsa pasar mobil sebesar 51 persen. Toyota dan Daihatsu juga tetap berada di posisi pertama dan kedua sebagai merek mobil terlaris di Indonesia. Di pasar kendaraan roda dua, penjualan sepeda motor nasional tumbuh 1 persen menjadi 3,1 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda juga meningkat 1 persen dengan pangsa pasar mencapai 77 persen.
Kontribusi laba bersih divisi Komponen PT Astra International Tbk melonjak 23 persen menjadi Rp921 miliar. Pertumbuhan itu didukung peningkatan kontribusi dari seluruh segmen. Perkembangan positif turut terlihat pada divisi Mobilitas. Penjualan mobil bekas Grup Astra meningkat 4 persen menjadi 15.700 unit, sedangkan jumlah kendaraan dalam kontrak bertambah 13 persen menjadi 29.200 unit.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Bisnis Jasa Keuangan PT Astra International Tbk juga melanjutkan pertumbuhan dengan laba bersih Rp4,6 triliun atau meningkat 6 persen. Nilai pembiayaan baru dari divisi pembiayaan konsumen tumbuh 10 persen menjadi Rp61,8 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pembiayaan otomotif dan multi-cycle.