Jakarta (ANTARA) - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengerahkan dua petugas safeguarding untuk memperkuat perlindungan para atlet Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, dari 19 September hingga 4 Oktober.
Menurut keterangan KOI di Jakarta, Selasa, keduanya adalah Tabitha Sumendap dan Dr Sophia Hage yang telah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikasi Safeguarding Officer dari Safe Sport Commission Singapore.
Keduanya telah mengikuti program pelatihan yang merupakan bagian dari penguatan kapasitas KOI dalam menerapkan prinsip keselamatan, perlindungan, inklusivitas, dan penghormatan terhadap hak serta martabat setiap individu di lingkungan olahraga.
Tabtiha mengatakan safeguarding bukan hanya tentang menangani atlet ketika terjadi kesalahan, tetapi juga membangun budaya olahraga yang mengedepankan keselamatan, rasa hormat, martabat, dan kesejahteraan setiap individu.
Dia bersama rekannya akan memberikan edukasi, pendampingan, panduan awal, dan membantu koordinasi dalam hal keselamatan, perlindungan, atau kesejahteraan atlet.
Baca juga: Nino bertekad patahkan dominasi Filipina di Mobile Legends Asian Games
"Untuk memastikan akses yang mudah, petugas safeguarding akan mobile baik itu ke arena pertandingan maupun di lokasi athlete village," kata dia.
Menurut Tabitha, penugasan mereka merupakan kesempatan untuk menerapkan praktik keselamatan dalam kompetisi internasional.
“Kami ingin safeguarding menjadi budaya, bukan sekadar prosedur," kata Tabitha.
Sementara itu, Sophia Hage menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan atlet.
“Sebagai dokter dan petugas safeguarding, saya melihat kesehatan dan keselamatan atlet bukan hanya persoalan medis. Atlet juga harus merasa aman, dihormati, didengar, dan terlindungi dalam lingkungan olahraga." kata Sophia.
Baca juga: Timnas esports kurangi intensitas latihan jelang Asian Games
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.