Rabu, 23 September 2026 - 19:00 WIB
Beijing, VIVA – Pemerintah Tiongkok memecat dua orang jenderal senior di Komisi Militer Pusat dari keanggotaan militer dan Partai Komunis China (PKC) karena dianggap melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin dan diduga melakukan tindak pidana terkait jabatan.
Baca Juga
Kedua jenderal yang dipecat adalah Zhang Youxia dan Liu Zhenli.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Zhang menjabat sebagai orang kedua setelah Presiden Xi Jinping dengan posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC), badan komando militer tertinggi di China, sedangkan Liu adalah anggota CMC sekaligus kepala staf Departemen Staf Gabungan CMC.
Baca Juga
"Berdasarkan 'Peraturan Partai Komunis China tentang Sanksi Disiplin dan ketentuan terkait lainnya, setelah dibahas dalam rapat tetap Komisi Militer Pusat dan diajukan untuk dibahas dalam rapat Biro Politik Komite Sentral, diputuskan untuk memecat Zhang Youxia dan Liu Zhenli dari keanggotaan partai," demikian diberitakan media pemerintah China seperti yang diakses ANTARA di Beijing, Rabu 23 September 2026.
Komisi Inspeksi Disiplin dan Pengawasan Komisi Militer Pusat menyelidiki kasus keduanya sejak Januari 2026. Keduanya dicopot dari Komisi Militer Pusat pada akhir Agustus.
Baca Juga
Dari pemeriksaan, disebutkan Zhang Youxia dan Liu Zhenli "mengkhianati cita-cita awal dan misi mereka, menjauh dari partai secara pemikiran dan tindakan, kehilangan prinsip kepartaian, serta melanggar batas-batas yang tidak boleh dilampaui".
"Keduanya melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin dan aturan politik, membentuk kelompok-kelompok kecil, serta tidak setia dan tidak jujur kepada partai; melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin organisasi dengan memanfaatkan jabatan untuk membantu orang lain memperoleh promosi jabatan dan keuntungan lainnya serta menerima uang dalam jumlah sangat besar," demikian disebutkan dalam pemberitaan tersebut.
Mereka juga melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin integritas dengan menerima hadiah dan uang secara tidak sesuai aturan; melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin kerja dengan tidak melaksanakan tanggung jawab politik untuk menegakkan tata kelola partai secara menyeluruh dan ketat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, keduanya juga melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin kehidupan pribadi dengan lalai mendidik dan mengawasi kerabat serta staf di sekitar mereka.
Meski tidak disebutkan siapa staf yang dimaksud dan juga berapa jumlah uang yang keduanya terima, pemberitaan itu menyebut masalah politik dan ekonomi saling terkait dalam perkara keduanya.
Halaman Selanjutnya
"Korupsi dan pengumpulan kekayaan berjalan bersamaan dengan kelalaian serta penyalahgunaan tugas. Nilai perkara sangat besar, sifat pelanggarannya amat serius, dan dampaknya sangat buruk," demikian tertulis.