Elephants

DPRD Kalsel apresiasi tradisi Mesiwah Pare Gumboh - ANTARA News Kalimantan Selatan

July 11, 2026

Balangan Kalsel (ANTARA) - Anggota Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi kebudayaan, Nor Fajeri mengapresiasi tradisi "Mesiwah Pare Gumboh" di kawasan Pegunungan Meratus. 

"Kita apresiasi tradisi Mesiwah Pare. Gumboh sebagai warisan budaya Dayak Deah Desa Liyu dan Desa Gunung Riut, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan," ujar Nor Fajri ketika dikonfirmasi, Sabtu malam, usai menghadiri upacara pembukaan ritual adat komunitas masyarakat terasing tersebut.

Mesiwah Pare Gumboh yang berlangsung, Jumat (10/7) itu merupakan tradisi syukuran warga Dayak Deah atas panen padi yang selalu melimpah. Ritual adat tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta, sekaligus wujud pelestarian budaya leluhur.

“Saya sangat mengapresiasi kekompakan warga Dayak Deah Desa Liyu dan Gunung Riut dalam menjaga tradisi Mesiwah Pare Gumboh. Ini bukan hanya syukur atas panen, tapi juga mempererat silaturahmi antarwarga,” tegas Nor Fajeri saat menghadiri pembukaan acara adat tersebut. 

Ia menambahkan, tradisi seperti Mesiwah Pare Gumboh perlu terus terjaga dan lestarikan karena menjadi identitas dan kekayaan budaya Kalsel yang juga beragam suku bangsa dan budaya. 

“Sebagai wakil rakyat, kami mendukung penuh kegiatan adat dan budaya yang berdampak positif bagi kebersamaan masyarakat. Semoga panen ke depan semakin melimpah dan membawa kesejahteraan bagi warga,” ujar wakil rakyat dari Partai Gerindra itu. 

Pembukaan Mesiwah Pare Gumboh dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga dari dua desa. Acara berlangsung khidmat dengan do​a bersama dan prosesi adat sesuai tradisi Dayak Deah.

Warga berharap kegiatan seperti itu dapat terus terlaksana setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus momentum untuk meningkatkan kebersamaan, demikian Nor Fajri. 

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.