Elephants

DPRD Batang minta proyek infrastruktur fisik tidak dikebut di akhir tahun anggaran

September 8, 2026

DPRD Batang minta proyek infrastruktur fisik tidak dikebut di akhir tahun anggaran

Selasa, 8 September 2026 19:21 WIB

Image Print

Ketua DPRD Kabupaten Batang Suudi. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meminta Pemerintah Daerah memastikan seluruh proyek infrastruktur fisik yang telah dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 dapat dikerjakan secara proporsional bukan malah terpusat pada momen akhir tahun anggaran.

Ketua DPRD Kabupaten Batang Suudi di Batang, Selasa, mengatakan bahwa penundaan pelaksanaan proyek sering kali berujung pada penumpukan pekerjaan pada triwulan akhir sehingga kondisi ini tidak hanya menyulitkan tim pengawas lapangan tetapi juga mempersempit ruang evaluasi.

"Kami berharap jangan sampai (proyek fisik) menumpuk di akhir tahun dan jangan sampai anggaran tidak terserap. Namun, yang lebih penting adalah dampaknya apakah program itu membuka lapangan pekerjaan? Apakah memudahkan akses warga ke pusat ekonomi? Itu yang harus menjadi patokan," katanya.

Menurut dia, belanja modal daerah pada Raperda Perubahan APBD 2026 mencapai Rp240,85 miliar atau naik signifikan sebesar 54,18 persen dibandingkan anggaran awal.

Tambahan anggaran yang besar tersebut, kata dia, maka harus diimbangi dengan kematangan perencanaan agar tidak terjadi stagnasi proyek di lapangan.

"Program harus tepat sasaran. Pembangunan fisik untuk dinas terkait harus terencana dengan tepat seperti proyek jalan itu sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama asalkan persiapannya dimatangkan dari sekarang," katanya.

Ia menilai konstruksi infrastruktur dasar seperti perbaikan dan pelebaran jalan pada dasarnya memiliki siklus pengerjaan yang relatif singkat apabila proses lelang, pembebasan lahan, dan ketersediaan bahan baku sudah tuntas sejak awal tahun anggaran.

"Namun, kami menyoroti kebiasaan sejumlah organisasi perangkat daerah yang kerap memulai proyek di penghujung tahun sehingga berpotensi mengorbankan kualitas hasil akhir," katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan fungsi pengawasannya untuk memastikan setiap proyek yang dibiayai APBD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.