Samarinda, Kaltim (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meminta peternak memitigasi ketersediaan pakan dan air bagi ternaknya guna menghadapi kemarau panjang saat ini.
"Langkah mitigasi ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan sekaligus produktivitas ternak ruminansia, seperti sapi, kambing, dan domba, di tengah kondisi cuaca yang dapat memengaruhi ketersediaan sumber daya peternakan," kata Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno di Samarinda, Selasa.
Arief menjelaskan musim kemarau berdampak langsung terhadap dua kebutuhan utama ternak, yakni pakan dan air minum.
Kondisi kekeringan menyebabkan produksi hijauan pakan segar menurun drastis. Rumput di lahan penggembalaan maupun sumber hijauan lainnya cenderung menjadi lebih kering, berserat tinggi, dan memiliki kandungan nutrisi yang lebih rendah.
Selain pakan, ketersediaan air juga menjadi perhatian serius. Penurunan debit pada sumber air seperti sumur, sungai, dan embung berpotensi menyulitkan peternak memenuhi kebutuhan air minum ternak, terutama jika kondisi kemarau berlangsung cukup panjang.
Arief menyebutkan keterbatasan pakan berkualitas dan air minum dapat memengaruhi kondisi fisik hewan ternak.
Apabila tidak diantisipasi, ternak berisiko mengalami penurunan bobot badan, penurunan produksi susu, stres, hingga gangguan kesehatan lainnya.
Oleh karena itu, DPKH Kaltim mengimbau peternak melakukan langkah antisipasi sejak dini dengan menyiapkan cadangan pakan.
Cadangan tersebut dapat berupa silase, rumput kering, maupun pakan fermentasi yang dapat dimanfaatkan saat ketersediaan hijauan segar mulai berkurang.
"Peternak juga dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah hasil pertanian sebagai pakan alternatif, dengan tetap memperhatikan keamanan dan kebutuhan nutrisi ternak. Penanaman jenis hijauan pakan yang lebih adaptif terhadap kondisi kering juga dinilai penting sebagai strategi jangka panjang," ujarnya.
Sementara, untuk memenuhi kebutuhan air, peternak didorong menyiapkan sarana penampungan seperti tandon, embung, maupun kolam penampungan.
Ketersediaan cadangan air menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi ternak selama periode kemarau.
"Pemantauan terhadap kondisi fisik ternak serta ketersediaan pakan dan air juga perlu dilakukan secara rutin. Dengan begitu, apabila terjadi penurunan kondisi ternak, dapat segera ditangani," jelas Arief.
Ia berharap kesiapan tersebut dapat membantu peternak menghadapi dampak perubahan cuaca sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan di Kaltim.
"Dengan melakukan mitigasi sejak awal, kita dapat menjaga kesehatan dan produktivitas ternak meskipun kondisi cuaca semakin tidak menentu," sebutnya.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.