Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh membina dan menghidupkan aktivitas kelompok tani di ibu kota Provinsi Aceh tersebut guna memperkuat ketahanan pangan.
Kepala DP2KP Kota Banda Aceh Iskandar di Banda Aceh, Selasa, mengatakan ada sebanyak 224 kelompok tani yang dibina. Dari 224 kelompok tani tersebut, sebanyak 97 kelompok di antara merupakan kelompok wanita.
"Kami membina dan menghidupkan kelompok-kelompok tani di Kota Banda Aceh. Kehadiran kelompok tani tersebut untuk memberdayakan masyarakat mengembangkan pertanian perkotaan atau urban farming guna memperkuat ketahanan pangan," katanya.
Menurut Iskandar, lahan pertanian di Kota Banda Aceh semakin terbatas karena banyak yang berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk. Kendati lahan terbatas, pemerintah daerah berupaya memanfaatkan lahan yang ada.
Oleh karena itu, kata dia, kelompok tani tersebut membantu pemerintah daerah memberdayakan masyarakat memanfaatkan lahan-lahan kosong atau telantarkan menjadi lahan pertanian dengan tanaman hortikultura.
"Kami berharap kelompok tani ini bisa membuat demplot atau lahan percobaan di setiap desa. Demplot ini menjadi contoh masyarakat mengembangkan pertanian di lahan terbatas dengan memanfaatkan lahan kosong dan telantarkan," katanya.
Selain pertanian, kata Iskandar, kelompok tani tersebut juga diharapkan mengembangkan budi daya perikanan darat dengan memanfaatkan teknologi di lahan yang terbatas. Komoditas perikanan yang dikembangkan di antaranya lele dan nila.
"Untuk pakannya, selain menggunakan pakan yang ada di pasaran juga memanfaatkan sisa makanan. Kami optimis pengembangan perikanan darat ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.
Iskandar mengatakan Kota Banda Aceh bukanlah daerah sentra produksi pertanian. Kebutuhan pangan masyarakat tergantung pasokan dari sentra-sentra pertanian yang ada di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh.
"Dengan membina kelompok tani tersebut, kami berharap bisa memperkuat pangan dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang ada dengan menanam tanaman hortikultura," katanya.
Iskandar mencontohkan ketika terjadi bencana hidrometeorologi di sejumlah kabupaten yang menjadi sentra pertanian. Bencana tersebut juga memutuskan akses transportasi bahan pangan ke Kota Banda Aceh, sehingga sempat terjadi krisis.
"Dari pengalaman tersebut, kami membina dan memberdayakan kelompok tani menjadi garda terdepan dalam mengembangkan pertanian perkotaan dan Budi daya perikanan guna memperkuat ketahanan pangan di ibu kota Provinsi Aceh," kata Iskandar.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.