Elephants

Dosen UMPR raih Rekor MURI sebagai profesor termuda bidang teknologi pendidikan

August 2, 2026

Dosen UMPR raih Rekor MURI sebagai profesor termuda bidang teknologi pendidikan

Minggu, 2 Agustus 2026 18:48 WIB

Image Print

Dosen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Prof Dr Ir Chandra Anugrah Putra ST MIKom resmi menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Profesor Termuda Bidang Teknologi Pendidikan di Indonesia, sekaligus menorehkan Rekor MURI keduanya sepanjang karier akademik. (ANTARA/UMPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Dosen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Prof Dr Ir Chandra Anugrah Putra ST MIKom resmi menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Profesor Termuda Bidang Teknologi Pendidikan di Indonesia, sekaligus menorehkan Rekor MURI keduanya sepanjang karier akademik.

"Keberhasilan Prof Chandra merupakan kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat Kalimantan Tengah, serta dunia pendidikan Indonesia. Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP di Palangka Raya, Minggu.

Dia mengatakan, penghargaan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Prof Chandra.

Sebelumnya, pada 2018, ia juga menerima Rekor MURI sebagai Dosen Pemilik Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Terbanyak di Indonesia. Dua penghargaan tersebut menunjukkan konsistensi Prof Chandra dalam menghasilkan inovasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia.

Dosen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Prof Dr Ir Chandra Anugrah Putra ST MIKom resmi menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Profesor Termuda Bidang Teknologi Pendidikan di Indonesia, sekaligus menorehkan Rekor MURI keduanya sepanjang karier akademik. (ANTARA/UMPR)

Sebagai akademisi di bidang Teknologi Pendidikan, Prof Chandra dikenal aktif melakukan penelitian, menghasilkan publikasi ilmiah, mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi, serta mendorong transformasi digital di dunia pendidikan. Berbagai karya yang dihasilkannya telah dimanfaatkan dalam pengembangan pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Chandra menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan amanah untuk terus berkarya dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Alhamdulillah, penghargaan ini saya persembahkan kepada kedua orang tua, keluarga, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Persyarikatan Muhammadiyah, para guru, dosen, mahasiswa, sahabat, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan kesempatan kepada saya untuk terus berkembang," katanya.

Dia pun meyakini bahwa prestasi terbaik adalah prestasi yang memberikan manfaat bagi banyak orang.

"Karena itu, penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan inovasi dan menghasilkan karya yang berdampak bagi kemajuan pendidikan Indonesia," ujar Prof Chandra.

Diraihnya Rekor MURI sebagai Profesor Termuda Bidang Teknologi Pendidikan di Indonesia semakin memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul, inovatif, dan berdaya saing. Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa akademisi dari Kalimantan mampu bersaing serta memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

Dengan dua Rekor MURI yang diraih pada 2018 dan 2026, Prof Dr Ir Chandra Anugrah Putra mengukir sejarah sebagai akademisi yang produktif melahirkan inovasi dan konsisten berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pendidikan di Indonesia.

Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjadikan pendidikan sebagai fondasi membangun masa depan bangsa.

Pewarta : _
Editor: Rendhik Andika
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.