Elephants

Dorong UMKM Binaan Naik Kelas Pertamina Patra Niaga Pakai Strategi Storytelling dan Sentuhan Inklusif

August 4, 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Jakarta, VIVA – Pertamina Patra Niaga menerapkan strategi berbeda dalam membawa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaannya naik kelas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Tidak lagi sekadar menonjolkan aspek fisik produk, perusahaan yang bergerak di bidang energi ini fokus membangun nilai keunikan produk melalui narasi bermakna (strorytelling) dan pendekatan inklusif.

Baca Juga

Hal itu disampaikan VP Community Involvement & Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, dalam acara bincang-bincang bertajuk “Empowering Local Brands” di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, MInggu (2/8).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengungkapkan, tak hanya sekadar membeli produk, kecenderungan konsumen saat ini juga sangat mengapresiasi cerita dan nilai emosional di balik lahirnya produk tersebut. Strategi storytelling ini menjadi kunci agar produk kerajinan dan fesyen daerah dari UMKM binaan Pertamina Patra Niaga memiliki daya saing yang lebih kompetitif.

Baca Juga

"Saat ini kami memfokuskan pelaku usaha untuk membangun storytelling yang kuat. Produk fesyen atau makanan mungkin terlihat mirip di pasar, namun narasi di dalamnya yang membuat mereka berbeda. Kami menyisipkan teks naratif pada produk karena konsumen dan pengunjung pameran sangat menyukai hal tersebut," ujar Dian dikutip dari keterangannya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Salah satu bukti keberhasilan strategi ini dipamerkan langsung di booth Pertamina Patra Niaga, yakni produk dari UMKM bernama Narita Shibori. Dian menjelaskan, produk pakaian shibori yang dihasilkan UMKM tersebut memiliki nilai sosial yang tinggi karena detail aksen sulamannya dikerjakan langsung oleh anak-anak berkebutuhan khusus. Selain itu, ada pula UMKM binaan lainnya bernama Dara Baro dari Aceh, yang sukses menarik perhatian di ajang fashion show IFW 2026, melalui karya pakaian modern hasil olahan kembali (upcycling) kain batik, tenun, dan songket tradisional.

Baca Juga

Dalam kesempatan yang sama, Dian juga mengungkapkan kalau Pertamina Patra Niaga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan masyarakat melalui keberadaan UMKM. Untuk memastikan pembinaan yang dilakukan sampai pada UMKM yang tepat, perusahaan melakukan proses kurasi dan seleksi yang ketat. Dian menjelaskan beberapa indikator utama dalam kurasi meliputi legalitas usaha, konsistensi kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan usaha, estetika kemasan, hingga kemampuan komunikasi bagi pelaku usaha saat mempresentasikan produknya.

Halaman Selanjutnya

“Pastinya kami melakukan proses seleksi atau assessment. Jadi, pada saat kami mengajak UMKM binaan untuk ikut serta di dalam ajang-ajang seperti pameran, kemudian juga mungkin nanti ada business matching, mereka sudah siap,” tutur Dian.