Elephants

Dongkrak kualitas nomor lead, FPTI kirim atlet berlatih ke Jepang

October 3, 2026

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyiapkan pelatihan atlet-atlet nomor lead ke luar negeri, terutama ke Jepang, agar meningkatkan performa mereka pada masa mendatang.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Umum FPTI Yenny Wahid, di Kinjofuto, Nagoya, Sabtu, menyusul hasil babak final perlombaan panjat tebing nomor lead dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang nirmedali.

"Pasti butuh waktu dan jam terbang lebih banyak lagi, termasuk harus lebih sering kami kirim ke luar negeri agar catatan waktunya bisa meningkat. Kami dari FPTI memang punya rencana untuk mengirimkan atlet ke luar negeri," tutur Yenny.

Yenny menyebutkan, periode pelatihan atlet akan disesuaikan dengan kebutuhan. Dia memperkirakan pelatihan di luar negeri bisa berlangsung antara satu hingga dua bulan.

Baca juga: FPTI apresiasi penampilan atletnya tembus final lead Asian Games 2026

FPTI menilai pengiriman atlet ke luar negeri untuk menjalani training camp jauh lebih efisien dari segi waktu, dibandingkan harus menunggu perbaikan dan pembangunan fasilitas latihan khusus bagi nomor lead.

"Jalan singkat yang kami pilih adalah kami akan kirim mereka training di luar negeri. Lebih baik begitu. Rencananya ke Jepang," Yenny menyebutkan.

Jepang dipilih FPTI dengan sejumlah alasan. Pertama, Jepang memiliki fasilitas latihan lead yang sangat beragam. Mulai dari lokasi panjat tebing yang variatif hingga tempat kebugaran yang mendukung pengembangan cabang olahraga panjat tebing, termasuk di nomor lead.

"Diharapkan bisa berlatih bersama timnas Jepang dan mendapat exposure yang baik. Apalagi di sini kedisiplinannya tinggi, diharapkan akan berpengaruh ke atlet," pungkas Yenny.

Baca juga: Final panjat tebing jadi pembuktian Sukma dan Alma di Asian Games

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.