Jakarta (ANTARA) - Dokter gigi mengingatkan masyarakat untuk tidak perlu menunggu hingga sakit atau ada keluhan untuk memeriksakan kesehatan gigi karena pemeriksaan rutin penting agar masalah pada gigi dan mulut tidak menjadi lebih kompleks.
Wakil direktur urusan medis SATU Dental Group drg. Melissa Delania, Sp. Pros., mengatakan masyarakat dianjurkan memeriksakan dan mengontrol kesehatan gigi ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan.
"Ke dokter gigi itu sebenarnya enam bulan sekali, yaitu untuk kontrol dan cek," ujar dia dalam Media Clinic Visit & Luncheon SATU Dental dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2026 di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Pentingnya merawat kesehatan gigi untuk menunjang kualitas hidup
Menurut Melissa, keluhan yang paling sering ditemukan antara lain karang gigi dan gigi berlubang. Kondisi tersebut tidak selalu menimbulkan rasa sakit pada tahap awal sehingga masyarakat kerap menunda pemeriksaan.
Dia mengatakan masyarakat yang baru memeriksakan kondisi gigi setelah bertahun-tahun berpotensi memiliki lebih dari satu masalah sehingga penanganannya dapat membutuhkan beberapa kali kunjungan.
Melissa juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap hilangnya rasa sakit sebagai tanda gangguan pada gigi telah sembuh. Menurut dia, rasa sakit dapat mereda ketika saraf gigi mengalami kerusakan berat, sementara infeksi pada gigi tetap dapat berkembang.
"Jadi waktu sarafnya masih ada, mulai rusak itu sakit dulu. Terus kemudian sempat enggak sakit dulu, nah biasa pasien sudah merasa sudah enak, padahal bukan, itu malah awal mulai lebih parah lagi," ujar Melissa.
Apabila infeksi dibiarkan, kondisi tersebut dapat berkembang hingga menyebabkan demam, pembengkakan, atau luka yang lebih parah dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.
Masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter gigi apabila mengalami keluhan yang menetap, pembengkakan, atau tanda-tanda infeksi pada gigi dan mulut.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mendeteksi gangguan sebelum berkembang lebih parah. Setelah masalah ditangani, kontrol berkala setiap enam bulan dapat dilakukan untuk memantau kesehatan gigi dan mulut.
Baca juga: Dokter tekankan pentingnya edukasi kesehatan gigi dan mulut sejak dini
Baca juga: Pakar tekankan edukasi tentang kesehatan gigi perlu diprioritaskan
Baca juga: Akademisi tekankan pentingnya rawat gusi cegah risiko sistemik
Pewarta: Ida Nurcahyani/Vina Ashari
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.