Elephants

DIY beri ruang inklusif seniman difabel melalui pameran Art Festival

September 26, 2026

DIY beri ruang inklusif seniman difabel melalui pameran Art Festival

Sabtu, 26 September 2026 17:15 WIB

Image Print

Kantor Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan ruang inklusif bagi seniman difabel dari provinsi ini dan berbagai daerah di Indonesia melalui pameran seni rupa bertajuk Suluh Sumurup Art Festival pada 24 September sampai 2 Oktober 2026.

"Dengan tema 'Maneges', pameran Suluh Sumurup Art Festival mengusung semangat kesetaraan, apresiasi dan pemberdayaan dalam ekosistem seni rupa," kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakhsmi Pratiwi di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, pameran seni rupa bagi difabel di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) tersebut menjadi rangkaian kegiatan pendukung dalam forum Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia 2026 yang digelar pada 28 September sampai 1 Oktober.

Menurut dia, pameran seni rupa tersebut menghadirkan 193 karya dari 131 seniman difabel, melibatkan 13 komunitas, sanggar dan sekolah dari 14 provinsi, serta diperkuat dengan partisipasi enam taman budaya se-Indonesia.

Dia mengatakan, seluruh karya tersebut direpresentasikan di galeri atau ruang TBY, sebagai ruang perjumpaan dan apresiasi terhadap keberagaman ekspresi seni para seniman difabel.

"Sekaligus sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem seni yang semakin inklusif dan setara," katanya.

Selain pameran, dalam rangkaian kegiatan juga digelar Pojok Kreatif Taman Budaya pada 27 September-2 Oktober yang menampilkan produk kreatif, kerajinan, kuliner, serta karya pelaku ekonomi kreatif dan workshop seni dan panggung kesenian.

Selain itu, kata dia, ada gelar pertunjukan karawitan yang menjadi bagian dari rangkaian penyambutan para kepala Taman Budaya se-Indonesia sekaligus ruang apresiasi terhadap seni karawitan.

"Kemudian aksi membatik pada 2 Oktober yang menjadi penutup rangkaian kegiatan bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang melibatkan anak-anak dan masyarakat umum sebagai sarana edukasi terhadap batik sebagai warisan budaya," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026