Nabire (ANTARA) - Divisi Infanteri 3 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menyiapkan mekanisme pengerahan pasukan yang lebih singkat di Papua untuk mempercepat respons apabila terjadi situasi yang membutuhkan dukungan kekuatan di wilayah itu.
Panglima Divif 3 Kostrad Mayor Jenderal TNI Wulang Nur Yudhanto di Nabire, Papua Tengah, Rabu, mengatakan mekanisme tersebut disiapkan dengan tetap melibatkan satuan kewilayahan, termasuk Korem dan kepolisian, dalam penanganan situasi di lapangan.
"Karena kita sadar ini daerah Papua, bukan daerah yang biasa. Jadi, sistemnya kita persingkat, birokrasi kita persingkat, tetapi kita berharap selalu bisa hadir untuk masyarakat,l kata Wulang pada acara tatap muka dengan pemda dan jajaran kesatuan TNI dan Polri Nabire.
Ia menjelaskan Yonif 753/AVT/20/3 Kostrad dan Yonif 756/WMS berada di Papua, tetapi secara komando berada di bawah Divif 3 Kostrad yang bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurutnya, apabila terjadi situasi yang membutuhkan pengerahan pasukan, staf Divif 3 Kostrad terlebih dahulu dikirim untuk menganalisis kondisi dan memberikan masukan mengenai kebutuhan kekuatan pada tahap awal.
Hasil analisis tersebut menjadi dasar bagi komandan batalyon untuk menentukan jumlah pasukan yang diperlukan.
Komandan batalyon kemudian melaporkan kebutuhan tersebut kepada Pangdivif 3 Kostrad untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Ia mengatakan mekanisme tersebut memungkinkan satuan di Papua tetap dapat digerakkan dengan cepat sambil berkoordinasi dengan satuan kewilayahan dan kepolisian.
"Bisa bekerja sama dengan kewilayahan, dengan Korem, dengan polisi," ujarnya.
Wulang mengatakan pola tersebut juga memungkinkan komunikasi langsung dalam kondisi tertentu. Namun, pengerahan pasukan tetap memiliki tahapan dan mekanisme komando yang harus dipenuhi.
Ia menyampaikan Divif 3 Kostrad kini memiliki dua batalyon baru di Papua, yakni Yonif 756/WMS di Wamena, Papua Pengunungan; dan Yonif 753/AVT/20/3 Kostrad di Nabire.
Dalam pertemuan dengan Pemkab Nabire, ia juga meminta dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan prajurit dan keluarga Yonif 753 yang bertugas di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari mengatakan Pemkab Nabire membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan jajaran TNI untuk mendukung keberadaan warga baru Yonif 753 serta menjaga keamanan dan kehidupan masyarakat.
Ia berharap hubungan TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat terus dibangun melalui komunikasi serta kerja sama sehingga kehadiran satuan baru dapat diterima dengan baik.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.