Esha Tri Wahyuni
| 24 Juli 2026, 08:02 WIB

Seorang karyawan beraktivitas di gedung BEI
AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguat pada perdagangan Jumat (24/7/2026), meski sentimen eksternal berupa kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah masih membayangi pergerakan pasar.
Pada perdagangan Kamis (23/7/2026), IHSG ditutup melemah 0,3% ke level 6.315,3 setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Indeks bahkan sempat menyentuh level 6.454, didorong optimisme terhadap prospek ekonomi domestik yang dinilai tetap solid.
Namun, penguatan harga minyak mentah ke level tertinggi dalam enam pekan terakhir membuat sebagian pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan melalui perdagangan jangka pendek. Di sisi lain, rupiah juga ditutup melemah 0,11% ke level Rp17.936 per dolar AS di pasar spot.
Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah, Lonjakan Harga Minyak Picu Investor Berhati-hati
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG mulai menunjukkan sinyal kewaspadaan. Hal itu tercermin dari indikator Stochastic RSI yang telah membentuk death cross di area overbought, meski histogram MACD masih berada di zona positif.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG mengalami death cross di area overbought. Namun histogram MACD masih di area positif meskipun sedikit mengalami penyempitan.
"Sehingga diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6.279, maka berpotensi menguji level support berikutnya di kisaran 6.200-6.250," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (23/7/2026).
Meski demikian, prospek penguatan IHSG masih dinilai terbuka. MNC Sekuritas memperkirakan indeks berpeluang melanjutkan kenaikan dan menguji area resistensi yang lebih tinggi apabila mampu bertahan di atas level support penting.
"IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area 6.470 hingga 6.667," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.
Seiring dengan proyeksi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan Jumat, yakni BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL.
Pergerakan IHSG pada akhir pekan diperkirakan akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia, sekaligus mencermati arah pergerakan rupiah.
Kedua sentimen tersebut berpotensi menentukan apakah IHSG mampu melanjutkan tren penguatan atau kembali mengalami tekanan di perdagangan berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.




