Surabaya (ANTARA) - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi perkembangan kejahatan siber yang semakin dinamis dan berdampak luas terhadap masyarakat.
"Ini bagian dari kolaborasi. Ke depan, kolaborasi seperti ini harus terus kita tingkatkan karena menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi perkembangan dan tantangan yang semakin kompleks," kata Kasubdit 3 Ditressiber Polda Jatim AKBP Rudi Prabowo di Surabaya, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Ditressiber Polda Jatim menerima kunjungan peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIX Tahun Anggaran 2026 dari Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Pusdik Administrasi Lemdiklat) Polri.
Rudi mengatakan perkembangan kejahatan di ruang siber membutuhkan peningkatan kemampuan personel serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki.
"Kami terus melakukan upaya-upaya sinergi dengan berbagai instansi untuk meningkatkan skill dan kemampuan anggota, kemudian mengoptimalkan sumber daya yang ada. Harapannya, ke depan kita dapat memberikan pelayanan dan penanganan yang lebih baik kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, perkembangan kejahatan di ruang maya yang terus berubah membutuhkan penanganan melalui kerja sama antarlembaga.
"Perkembangan kejahatan di ruang maya sangat dinamis dan dapat berdampak luas kepada masyarakat. Karena itu, kita harus terus bekerja bersama dan bekerja keras menghadapi berbagai bentuk ancaman di dunia maya," katanya.
Sementara itu, Pendamping Kelompok PKN Tingkat II Angkatan XXIX AKBP Defa Jaumil mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari strategi penanganan kejahatan digital dan kolaborasi lintas sektor.
"Kami memilih Ditressiber Polda Jawa Timur karena melihat banyaknya pengungkapan berbagai bentuk kejahatan digital. Kami ingin belajar bagaimana proses penanganan kasusnya dan bagaimana kolaborasi lintas sektor dilakukan dalam mendukung pelaksanaan tugas tersebut," ucapnya.
Ketua Kelompok PKN Tingkat II Angkatan XXIX AKBP Adzan Subuh mengatakan penguatan kolaborasi menjadi salah satu pembelajaran penting dari kunjungan tersebut.
"Ke depan, kolaborasi ini harus semakin kuat, terutama dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan memperkuat sinergi antarorganisasi dalam menghadapi tantangan di ruang siber," katanya.
Adzan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan di ruang digital.
"Masyarakat perlu bersama-sama diedukasi agar lebih waspada dalam menjaga keamanan diri di ruang digital. Banyak penipuan yang terjadi, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap informasi atau tawaran yang mencurigakan," katanya.
Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.