Elephants

Distankan: 51 Poktan di Rejang Lebong terima bantuan Oplah nonrawa - ANTARA News Bengkulu

October 1, 2026

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan sebanyak 51 kelompok tani (poktan) di wilayah itu menerima bantuan program Optimasi Lahan (Oplah) nonrawa dari pemerintah pusat senilai Rp4 miliar.

Kepala Distankan Rejang Lebong Suradi Ripai di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan bantuan program Oplah nonrawa tersebut dikucurkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI guna meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan eksisting guna mendukung swasembada pangan nasional.

"Bantuan ini disalurkan langsung ke rekening Poktan, Gapoktan), dan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau P3A penerima manfaat. Dengan fokus kegiatan menyediakan dan memasukkan air ke lahan saat musim kering, berbeda dengan pengelolaan lahan rawa yang membuang kelebihan air," kata dia.

Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan pemerintah ini berupa kegiatan normalisasi saluran, pengolahan lahan, dan penyediaan sarana produksi untuk peningkatan produksi padi dan tanaman pangan.

"Tujuan spesifiknya untuk meningkatkan produktivitas dan pemanfaatan lahan eksisting melalui tata kelola air dan penataan lahan. Kita ingin mengubah pola tanam dari satu kali setahun menjadi dua hingga tiga kali setahun," terangnya.

Ditegaskan Suradi, program Oplah ini merupakan program strategis nasional. Jika di lapangan ditemukan penyimpangan, penyalahgunaan, atau lahan tidak dikerjakan setelah menerima bantuan, maka akan di evaluasi dan bantuannya dihentikan.

Dia mengimbau ketua dan seluruh anggota kelompok tani agar memanfaatkan bantuan sesuai peruntukan guna menunjang ketahanan pangan nasional.

"Dana yang dikucurkan pemerintah pusat ini untuk membantu sawah-sawah yang kekurangan air ke depannya tercukupi dan bisa panen dua kali setahun. Itu harapan kita sesuai arahan Kementerian Pertanian," demikian Suradi.

Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.