Kami optimistis, harga ayam segera kembali stabil seiring berakhirnya rangkaian perayaan Maulid Nabi 1448 Hijriah.
Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi fluktuasi harga daging ayam, sebab pasokan dari peternak lokal maupun distributor dipastikan konsisten dan aman.
"Kami optimistis, harga ayam segera kembali stabil seiring berakhirnya rangkaian perayaan Maulid Nabi 1448 Hijriah," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiluddin di Mataram, Rabu.
Hal tersebut disampaikan menyikapi kondisi harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional kembali mengalami kenaikan dari Rp45.000 per kilogram, menjadi Rp50.000 per kilogram.
Menurut pedagang kenaikan itu dipicu karena stok berkurang, bahkan para pedagang mengaku ada yang tidak berjualan karena tidak mendapatkan stok ayam segar dari pengepul.
Hapiludin yang dikonfirmasi usai melakukan pemantauan harga di Pasar Mandalika, mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap stok dan fluktuasi harga sejauh ini masih wajar.
Kenaikan harga yang terjadi selama satu bulan ini dinilai wajar karena adanya momen hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW. Pasokan akan berangsur normal kembali dan pedagang sudah bisa kembali mendapatkan jatah pasokan seperti biasa.
"Minggu depan, setelah bulan Maulid berakhir kami akan turun lagi bandingkan harga dan pastikan stok," katanya.
Dikatakan, untuk konsumsi kebutuhan daging ayam masyarakat di Kota Mataram berkisar 14.000 kilogram atau sekitar 14 ton per hari. Namun selama Maulid Nabi, mengalami peningkatan menjadi 15.000 hingga 17.000 kilogram atau 15–17 ton ton per hari.
"Sejauh ini kebutuhan itu, masih bisa terpenuhi. Meskipun, harga mengalami kenaikan," katanya.
Terkait dengan itu Dinas Pertanian Kota Mataram memastikan stok daging ayam di wilayah Kota Mataram saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi.
Fluktuasi harga serta pengurangan pasokan harian di tingkat pedagang dipicu oleh melonjaknya permintaan masyarakat menyambut momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Jadi isu kelangkaan ayam di pasaran tidak sepenuhnya tepat. Kenaikan harga dan penurunan jatah pasokan harian pedagang murni disebabkan oleh tingginya tingkat konsumsi serta bermunculannya pedagang musiman selama periode Maulid.
Sementara Distan tetap memastikan stok aman dan pasokan tetap berjalan. Jika ada keluhan pedagang yang jatahnya berkurang misalnya dari 75 kilogram menjadi 50 kilogram itu karena pasokan dibagi rata dengan banyaknya pedagang musiman yang bermunculan.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026