Garut (ANTARA) - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai melakukan pembangunan 89 titik irigasi perpompaan untuk menjaga kebutuhan pengairan lahan pertanian di sejumlah kecamatan agar tetap produktif menghasilkan produk pangan meskipun musim kemarau.
"Untuk yang irigasi perpompaan sudah mulai dilakukan pembangunannya sebanyak 89 titik," kata Kepala Dispertan Kabupaten Garut Ardhy Firdian di Garut, Jumat.
Ia mengatakan irigasi perpompaan itu dibangun dengan membuat sumur tanah dangkal untuk selanjutnya air dipompa ke permukaan untuk mengairi lahan pertanian di sekitarnya.
Pembangunannya, lanjut dia, di sejumlah daerah yang diprioritaskan untuk kawasan yang memiliki risiko tinggi dilanda kekeringan atau lahan yang harus diselamatkan dari dampak kemarau.
"Dilaksanakan di beberapa titik lokasi yang sering mengalami kekeringan atau perlu diselamatkan kondisi tanamannya," katanya.
Ia menyampaikan, saat ini masih dalam proses pengerjaan sehingga belum dapat beroperasi untuk mengairi lahan pertanian, namun ditargetkan awal September 2026 sudah bisa dioperasikan.
Pembangunan itu, kata dia, dilakukan secara bertahap, tahap pertama sebanyak 31 titik yang ditargetkan bisa beroperasi akhir Agustus, dan tahap kedua 58 titik yang ditargetkan bisa beroperasi awal September 2026.
"Semua masih dalam pengerjaan, belum ada yang beroperasi secara optimal. Untuk yang tahap satu sebanyak 31 titik, harapannya bisa beroperasi pada bulan Agustus ini, sedangkan 58 titik tahap dua diharapkan bisa operasional pada awal September," katanya.
Ia menambahkan, keberadaan irigasi perpompaan itu akan membantu petani untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertaniannya, terutama lahan yang jauh dari irigasi, dan saat musim kemarau.
Satu titik irigasi perpompaan, kata dia, mampu mengairi dan menyelamatkan lahan pertanian kurang lebih lima hektare.
"Untuk yang sekarang asumsinya satu titik bisa mengairi 5 hektare," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.