Elephants

Dispar Mataram memperkuat wisata tematik optimalkan retribusi

September 4, 2026

Mataram (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperkuat konsep wisata tematik pada sejumlah objek wisata sebagai langkah meningkatkan kunjungan sekaligus optimalkan retribusi.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Jumat, mengatakan, realisasi retribusi objek wisata sampai Agustus 2026, baru mencapai sekitar Rp240 juta atau 30 persen dari target Rp800 juta, bersumber dari retribusi parkir pengunjung dan sewa lapak di sejumlah destinasi wisata.

"Realisasi itu, memang belum sesuai target yang kami rencanakan. Tapi kami optimistis target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun," katanya.

Salah satu konsep pariwisata yang dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan sekaligus optimalkan retribusi adalah wisata tematik setiap destinasi wisata sesuai dengan karakteristik dan keunggulan potensi lokal di wilayah setempat.

Pengembangan wisata tematik itu sangat penting mengingat Kota Mataram memiliki banyak destinasi wisata yang beragam.

"Penentuan tema yang spesifik diharapkan dapat menjangkau pangsa pasar dan target wisatawan yang lebih tepat sasaran," katanya.

Menurutnya, beberapa lokasi wisata unggulan di Kota Mataram kini difokuskan pada segmen dan aktivitas yang berbeda antara lain, Taman Mayura dengan tema Mayura Heritage Yoga.

"Kegiatan yoga bersama ini dijadwalkan secara rutin setiap satu bulan sekali pada hari Rabu minggu kedua," katanya.

Selain itu, Dispar juga melaksanakan konsep wisata tematik berupa Wisata Heritage Ampenan melalui kegiatan Heritage Walk, yang difokuskan bagi wisatawan dan masyarakat yang tertarik dengan pengetahuan, sejarah, serta nuansa Kota Tua Ampenan.

Kemudian, di destinasi Loang Baloq difokuskan untuk menonjolkan atraksi budaya seperti Peresean atau atraksi tarung dan adu ketangkasan tradisional khas Suku Sasak di Lombok, NTB.

Baca juga: Dispar Mataram mengusung konsep tematik optimalkan potensi destinasi

"Atraksi Peresean menyasar pangsa pasar destinasi Loang Baloq yang cenderung didominasi oleh keluarga dan kaum laki-laki yang menyukai seni budaya lokal," katanya.

Kota Mataram, lanjutnya, juga memiliki wisata tematik di Giong Siu atau ayunan seribu dengan mengusung tema camping ground serta kegiatan luar ruangan (outdoor).

Tempat itu menjadi pilihan populer bagi wisatawan yang menginginkan suasana tenang, asri, dan jauh dari kebisingan. Saat ini pengelolaannya didukung aktif oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat dan sering dimanfaatkan untuk acara pesta kebun, pernikahan, hingga kegiatan perenungan mahasiswa.

"Semoga dengan inovasi tersebut, target retribusi bisa tercapai di akhir tahun," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026