"Kegiatan yoga bersama itu, kami jadwalkan secara rutin setiap satu bulan sekali pada hari Rabu minggu kedua dan kini sukses menarik lebih dari 200 peserta,"
Mataram (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencanangkan kegiatan wisata kebugaran (wellness tourism) melalui kegiatan "Mayura Heritage Yoga" di situs bersejarah Taman Mayura, Kecamatan Cakranegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Minggu, mengatakan, dengan mengusung konsep wellness tourism melalui olahraga yoga dengan menyasar pangsa pasar kaum perempuan dan ibu-ibu.
"Kegiatan yoga bersama itu, kami jadwalkan secara rutin setiap satu bulan sekali pada hari Rabu minggu kedua dan kini sukses menarik lebih dari 200 peserta," katanya.
Program tersebut, katanya, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung komunitas yoga yang telah aktif latihan di lokasi itu selama beberapa tahun terakhir.
"Saat ini pemerintah hadir untuk memfasilitasi kegiatan tersebut secara gratis (free) sebagai bagian dari kampanye hidup sehat di destinasi wisata sekaligus promosi wisata sejarah Mayure," katanya.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan rutin itu dapat memberikan dampak terhadap kunjungan wisata baik wisatawan asing maupun lokal.
Data kunjungan Taman Mayura mencatat, kunjungan rutin wisatawan asing rata-rata mencapai minimal 25 orang per hari, sedangkan wisatawan lokal terutama pada pagi dan sore hari maupun akhir pekan bisa mencapai ratusan.
"Sebelumnya, kunjungan ke Tanam Mayure di bawah angka tersebut," katanya.
Melalui perpaduan wisata sejarah, kebugaran fisik, aromaterapi, dan promosi produk herbal lokal, Dispar Kota Mataram berharap Taman Mayura dan destinasi pariwisata Kota Mataram lainnya semakin memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Untuk dapat mengambil bagian dari kegiatan Mayure Heritage Yoga masyarakat tinggal mengisi pendaftaran secara Online pada link yang disiapkan dengan kapasitas maksimal lokasi sekitar 300 orang per sesi.
Jika melihat jumlah peserta dari tiga kali pelaksanaan, minat masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada sesi pertama diikuti sekitar 100 peserta, sesi kedua naik menjadi 160 peserta, dan pada edisi terbaru pada 12 Agustus 2026, peserta melonjak hingga lebih dari 200 orang.
Untuk menyukseskan kegiatan yang diselenggarakan secara gratis itu, Dispar bekerja sama melalui kemitraan dengan pihak sponsor.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menggandeng UMKM lokal untuk promosi produk lokal seperti kerajinan tas ketak, serta menggandeng mahasiswa Poltekpar untuk penyediaan minuman herbal kesehatan dan kebugaran.
"Setelah yoga, peserta mendapatkan minuman herbal lokal, serta pemeriksaan kesehatan gratis," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026